Viral Payung Otonom Karya Insinyur Kanada, Berbasis Teknologi Drone dan AI

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Sebuah inovasi teknologi berbentuk payung terbang otonom yang dikembangkan oleh seorang insinyur asal Kanada, John Tse, kembali menjadi perhatian publik setelah video demonstrasinya viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Perangkat tersebut merupakan prototipe eksperimental berupa payung yang dipasangkan dengan sistem drone quadcopter, memungkinkan alat itu melayang dan mengikuti pergerakan penggunanya secara otomatis tanpa perlu dipegang.

Bacaan Lainnya

Dalam pengembangannya, proyek ini dibuat oleh kanal YouTube I Build Stuff yang dikelola oleh John Tse. Versi terbaru dari perangkat ini merupakan pengembangan dari prototipe awal yang sebelumnya masih menggunakan kontrol manual, sebelum ditingkatkan menjadi sistem otonom penuh.

Yanko Design
Menggunakan Sensor dan Komputasi Real-Time
Berdasarkan informasi teknis yang dipublikasikan, sistem payung ini menggunakan kamera depth (time-of-flight) untuk mendeteksi posisi pengguna dalam ruang tiga dimensi.

Data tersebut kemudian diproses menggunakan komputer kecil Raspberry Pi yang mengatur pergerakan drone secara real-time agar tetap berada di atas kepala pengguna.

Struktur perangkat ini memanfaatkan rangka ringan berbahan cetak 3D dengan material komposit seperti nylon serat karbon, serta empat baling-baling yang berfungsi sebagai sistem pengangkat dan stabilisasi, menyerupai konfigurasi drone multirotor.
Masih Berstatus Prototipe Eksperimental
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa proyek ini masih berada pada tahap prototipe dan tidak dikembangkan sebagai produk komersial.

Tujuan utamanya adalah sebagai eksperimen rekayasa untuk mengeksplorasi penerapan teknologi drone dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, perangkat ini menarik perhatian publik karena menggabungkan konsep sederhana seperti payung dengan teknologi navigasi otomatis dan visi komputer yang lebih umum digunakan dalam robotika modern.

Kembali Viral di Media Sosial
Video demonstrasi terbaru perangkat tersebut sebenarnya bukan hal baru, namun kembali viral setelah dibagikan ulang di berbagai platform media sosial, sehingga memunculkan persepsi seolah-olah merupakan inovasi yang baru diluncurkan.

(Arw*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *