Selasa, 26 Oktober 2021

54 Tahun Setia Kawal Ratu Elizabeth II Pimpin Inggris, Pangeran Philip Tutup Usia

LONDON — Kerajaan, pemerintah dan rakyat Inggris berduka cita atas wafatnya suami dari Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip (Duke of Edinburgh), pada Jumat (9/4/2021). Ratu Elizabeth II adalah penguasa wilayah Inggris dan negara-negara persemakmuran di bawah naungan Kerajaan Inggris.

Rakyat Inggris pun berduyun-duyun datang dan memadati areal luar Istana Buckingham dan kastil windsor untuk menaruh bunga sebagai tanda ikut berduka. Hal itu menimbulkan kekuatiran dari pihak Istana sehubungan dengan darurat kesehatan akibat virus Corona.

Karena itu, Sabtu (10/4), pernyataan yang mengatasnamakan Ratu Elizabeth II telah dirilis, isinya meminta agar orang tidak mengirim atau menyerahkan karangan bunga kepada Duke of Edinburgh di luar Royal Residences. Ratu Elizabeth justru mengajak orang-orang menyumbang untuk amal.

Sebuah buku duka cita online juga telah dibuka bagi orang-orang untuk memberikan penghormatan. Pada waktu normal, buku akan diadakan di gedung-gedung pemerintah agar orang-orang menandatanganinya. Namun karena adanya pembatasan jarak sosial, semua ucapan belasungkawa harus ditulis dalam buku online.

“Selama pandemi virus corona, dan berdasarkan nasihat Pemerintah saat ini dan pedoman jarak sosial, pengaturan Pemakaman dan upacara yang dimodifikasi untuk Yang Mulia Duke of Edinburgh sedang dipertimbangkan oleh Yang Mulia Ratu,” kata Juru Bicara Istana Buckingham seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

“Dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta sesuai dengan pedoman Pemerintah, anggota masyarakat diminta untuk tidak berkumpul dalam keramaian,” tambahnya.

Selain itu, bagi mereka yang ingin menyampaikan belasungkawa diminta untuk melakukannya dengan cara yang seaman mungkin, dan tidak berkumpul di Royal Residences. “Buku Duka Cita Online sekarang tersedia di situs web Royal bagi mereka yang ingin mengirimkan pesan belasungkawa pribadi,” katanya.

Pangeran Philip, meninggal dalam usia 99 tahun atau dua bulan sebelum usianya mencapai 100 tahun, pada Jumat (9/4/2021). Sebelumnya, Pangeran Philip sempat dibawa di rumah sakit pada 16 Februari 2021 dan pulang setelah dirawat inap selama sebulan.

Pangeran Philip yang menikah dengan Ratu Elizabeth II selama hampir delapan dekade, pensiun dari tugas-tugas Kerajaan Inggris pada 2017 dalam usia 96 tahun. Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II sendiri telah merayakan ulang tahun pernikahan ke-73 pada November 2020.

Baca Juga :  Tumpuan Pengembangan Olahraga Sepeda di Indonesia, Jendral Listyo Dipilih Aklamasi

Menemani Ratu Eizabeth II hingga akhir hayatnya, ternyata sebelum menikahi Ratu, keluarga kerajaan pernah meragukan Pangeran Philip untuk menjadi pasangan hidupnya yang setia sampai akhir hayat.

Saat menikahi Letnan Philip Mountbatten di Westminster Abbey pada 20 November 1947, usia sang Ratu saat itu masih 21 tahun. Hubungan pernikahan keduanya juga merupakan yang terlama dari penguasa Inggris mana pun. Ia telah mendampingi sang Ratu melalui masa-masa baik dan buruk. 

Pasangan ini telah bertahan melalui ujian dalam pernikahan mereka, sementara pasangan kerajaan lainnya telah gagal. Namun, sebuah film dokumenter baru mengungkap jalan berliku pasangan tersebut menuju ke altar pernikahan.

Dilansir dari laman express.co, sebelum Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth menikah di Westminster Abbey pada 20 November 1947, ada penentangan sengit di lingkungan kerajaan untuk persatuan dan keraguan besar di antara keluarga dekat ratu.

Philip dari Yunani dianggap oleh banyak orang istana tidak cocok menjadi pasangan Putri yang saat itu berusia 21 tahun. Philip dinilai sombong dan berasal dari latar belakang yang tidak sesuai untuk Putri. Dengan wajahnya yang tampan, ada juga yang takut bahwa Philip tidak akan setia.

Tapi Elizabeth tergila-gila pada Philip, keduanya sibuk saling surat-menyurat dan diklaim Elizabeth tidak pernah melirik Pria lain selain Philip. Philip sendiri melayani Inggris dengan segala perbedaannya selama perang, dan dia tetap berhubungan dengan Elizabeth.

Baca Juga :  Dua Orang Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Tewas, 20 Warga Luka Berat dan Ringan

Pada kunjungan ke Skotlandia tahun 1946, Philip mengumpulkan keberanian untuk melamar Elizabeth. Dan Elizabeth sangat senang dan langsung menerimanya, tetapi sang Raja masih tidak yakin.

Dia bersikeras menunda setahun untuk memberi putrinya waktu untuk mempertimbangkannya. Namun Elizabeth tak goyah dengan keinginannya untuk menikahi Philip.

Pada tahun 1947, Philip diberikan kewarganegaraan Inggris yang memungkinkan Istana Buckingham menganggapnya sebagai seorang pria Inggris. Setelah itu, Philip dari Yunani berubah menjadi Philip Mountbatten. Dan pertunangan pun diumumkan pada bulan Juli.

Setelah Elizabeth dinobatkan sebagai ratu, Philip dipaksa meningalkan karier angkatan laut tercintanya. Dia kemudian menghabiskan waktu untuk berjalan setia mendukung istrinya sebagai ratu sampai menghembuskan nafas terakhirnya. (***/Rtr/AFP)

- Advertisement -

Latest news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here