Kamis, 17 Juni 2021

54 Tahun Setia Kawal Ratu Elizabeth II Pimpin Inggris, Pangeran Philip Tutup Usia

LONDON — Kerajaan, pemerintah dan rakyat Inggris berduka cita atas wafatnya suami dari Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip (Duke of Edinburgh), pada Jumat (9/4/2021). Ratu Elizabeth II adalah penguasa wilayah Inggris dan negara-negara persemakmuran di bawah naungan Kerajaan Inggris.

Rakyat Inggris pun berduyun-duyun datang dan memadati areal luar Istana Buckingham dan kastil windsor untuk menaruh bunga sebagai tanda ikut berduka. Hal itu menimbulkan kekuatiran dari pihak Istana sehubungan dengan darurat kesehatan akibat virus Corona.

Karena itu, Sabtu (10/4), pernyataan yang mengatasnamakan Ratu Elizabeth II telah dirilis, isinya meminta agar orang tidak mengirim atau menyerahkan karangan bunga kepada Duke of Edinburgh di luar Royal Residences. Ratu Elizabeth justru mengajak orang-orang menyumbang untuk amal.

Sebuah buku duka cita online juga telah dibuka bagi orang-orang untuk memberikan penghormatan. Pada waktu normal, buku akan diadakan di gedung-gedung pemerintah agar orang-orang menandatanganinya. Namun karena adanya pembatasan jarak sosial, semua ucapan belasungkawa harus ditulis dalam buku online.

“Selama pandemi virus corona, dan berdasarkan nasihat Pemerintah saat ini dan pedoman jarak sosial, pengaturan Pemakaman dan upacara yang dimodifikasi untuk Yang Mulia Duke of Edinburgh sedang dipertimbangkan oleh Yang Mulia Ratu,” kata Juru Bicara Istana Buckingham seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

“Dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta sesuai dengan pedoman Pemerintah, anggota masyarakat diminta untuk tidak berkumpul dalam keramaian,” tambahnya.

Selain itu, bagi mereka yang ingin menyampaikan belasungkawa diminta untuk melakukannya dengan cara yang seaman mungkin, dan tidak berkumpul di Royal Residences. “Buku Duka Cita Online sekarang tersedia di situs web Royal bagi mereka yang ingin mengirimkan pesan belasungkawa pribadi,” katanya.

Pangeran Philip, meninggal dalam usia 99 tahun atau dua bulan sebelum usianya mencapai 100 tahun, pada Jumat (9/4/2021). Sebelumnya, Pangeran Philip sempat dibawa di rumah sakit pada 16 Februari 2021 dan pulang setelah dirawat inap selama sebulan.

Pangeran Philip yang menikah dengan Ratu Elizabeth II selama hampir delapan dekade, pensiun dari tugas-tugas Kerajaan Inggris pada 2017 dalam usia 96 tahun. Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II sendiri telah merayakan ulang tahun pernikahan ke-73 pada November 2020.

Baca Juga :  Aparatur Sipil Negara se-Indonesia dalam Pengawasan Ketat Badan Kepegawaian

Menemani Ratu Eizabeth II hingga akhir hayatnya, ternyata sebelum menikahi Ratu, keluarga kerajaan pernah meragukan Pangeran Philip untuk menjadi pasangan hidupnya yang setia sampai akhir hayat.

Saat menikahi Letnan Philip Mountbatten di Westminster Abbey pada 20 November 1947, usia sang Ratu saat itu masih 21 tahun. Hubungan pernikahan keduanya juga merupakan yang terlama dari penguasa Inggris mana pun. Ia telah mendampingi sang Ratu melalui masa-masa baik dan buruk. 

Pasangan ini telah bertahan melalui ujian dalam pernikahan mereka, sementara pasangan kerajaan lainnya telah gagal. Namun, sebuah film dokumenter baru mengungkap jalan berliku pasangan tersebut menuju ke altar pernikahan.

Dilansir dari laman express.co, sebelum Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth menikah di Westminster Abbey pada 20 November 1947, ada penentangan sengit di lingkungan kerajaan untuk persatuan dan keraguan besar di antara keluarga dekat ratu.

Philip dari Yunani dianggap oleh banyak orang istana tidak cocok menjadi pasangan Putri yang saat itu berusia 21 tahun. Philip dinilai sombong dan berasal dari latar belakang yang tidak sesuai untuk Putri. Dengan wajahnya yang tampan, ada juga yang takut bahwa Philip tidak akan setia.

Tapi Elizabeth tergila-gila pada Philip, keduanya sibuk saling surat-menyurat dan diklaim Elizabeth tidak pernah melirik Pria lain selain Philip. Philip sendiri melayani Inggris dengan segala perbedaannya selama perang, dan dia tetap berhubungan dengan Elizabeth.

Pada kunjungan ke Skotlandia tahun 1946, Philip mengumpulkan keberanian untuk melamar Elizabeth. Dan Elizabeth sangat senang dan langsung menerimanya, tetapi sang Raja masih tidak yakin.

Baca Juga :  Tuding Ada Korupsi di Kodim Kota Tegal, Ketua LSM GNPK Ditahan Kejaksaan

Dia bersikeras menunda setahun untuk memberi putrinya waktu untuk mempertimbangkannya. Namun Elizabeth tak goyah dengan keinginannya untuk menikahi Philip.

Pada tahun 1947, Philip diberikan kewarganegaraan Inggris yang memungkinkan Istana Buckingham menganggapnya sebagai seorang pria Inggris. Setelah itu, Philip dari Yunani berubah menjadi Philip Mountbatten. Dan pertunangan pun diumumkan pada bulan Juli.

Setelah Elizabeth dinobatkan sebagai ratu, Philip dipaksa meningalkan karier angkatan laut tercintanya. Dia kemudian menghabiskan waktu untuk berjalan setia mendukung istrinya sebagai ratu sampai menghembuskan nafas terakhirnya. (***/Rtr/AFP)

- Advertisement -

Latest news

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here