Validasi Organisasi TNI, Pangdam Jaya Dijabat Letnan Jenderal, Kepala Staf Teritorial Dihidupkan
Jakarta, Kabarindo24jam
Menjelang hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto memindahtugaskan (mutasi) 27 perwira tinggi (pati) dan 8 perwira menengah (pamen). Menariknya, mutasi kali ini, sekaligus menandai resminya validasi organisasi terhadap posisi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya).
Dengan adanya validasi atau perubahan tersebut, jabatan Pangdam Jaya kini dijabat perwira tinggi berpangkat letnan jenderal TNI atau bintang tiga setelah sebelumnya diisi perwira berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI atau bintang dua. Dengan demikian, Mayjen Deddy Suryadi yang saat ini menjabat Pangdam Jaya segera menerima kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen).
Tak cuma validasi kedudukan Pangdam Jaya, Panglima Agus Subiyanto juga melakukan validasi organisasi atau menghidupkan kembali jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI yang sempat dihapus di awal masa reformasi. Jabatan Kaster TNI kini diisi Letjen Bambang Trisnohadi yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Adapun pengganti Bambang Trisnohadi adalah Mayjen Lucky Avianto yang sebelumnya menjabat Pangdam XXIV/Mulawarman. Sementara Mayjen Frits Wilem Rizard Pelamonia yang sebelumnya menjabat Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Pa Sahli Tk III Kasad Bidang Ekkesra) ditunjuk menjadi Pangdam XXIV/Mulawarman.
Kemudian, Brigadir Jenderal (Brigjen) Mirza Patria Jaya yang sebelumnya menjabat Direktur C Badan Intelijen Strategis (Dir C Bais) TNI dipercaya menjadi Pa Sahli Tk III Kasad Bidang Ekkesra. Sementara itu, Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto yang sebelumnya menjabat Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Pangdam IX/Udayana ditunjuk menjadi Dir C Bais TNI.
“Langkah ini juga dilakukan agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap tantangan tugas yang dinamis,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (12/3/2026). Dia juga menggarisbawahi bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI.
Selanjutnya, Brigjen I Ketut Mertha Gunarda dari Danrem 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih menjadi Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Brigjen Vivin Alivianto dari Kasdivif 1 Kostrad menjadi Danrem 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Setyo Wibowo dari Asops Kaskostrad menjadi Kasdivif 1 Kostrad.
Lalu Kolonel Inf Tommy Anderson dari Paban VIII/Kermalat Non Asia Sopsad menjadi Asops Kaskostrad, Mayjen Suhardi dari Aster Panglima TNI menjadi Wakaster TNI (validasi organisasi), Mayjen Arnold Aristoteles Paplapna dari Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas menjadi Staf Khusus Kasad (penugasan di kementerian/lembaga), Mayjen Amrin Ibrahim dari Pangdam XVII/Cenderawasih menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas.
Mayjen Febriel Buyung Sikumbang dari Pa Sahli Bidang Polkamnas Panglima TNI menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Budi Hariswanto dari Kapusziad menjadi Pa Sahli Bidang Polkamnas Panglima TNI, Brigjen Zulhadrie Mara dari Kasdam Jaya menjadi Kapusziad, Brigjen Putra Widyawinaya dari Kasdam XII/Tanjungpura menjadi Kasdam Jaya (validasi organisasi).
Brigjen Bambang Sujarwo dari Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro menjadi Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Yuniar Dwi Hantono dari Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad menjadi Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro, Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo dari Pangdam XV/Pattimura menjadi Pa Sahli Tk III Bidang Komsos Panglima TNI.
Mayjen Dody Triwinarto dari Pa Sahli Tk III Bidang Komsos Panglima TNI menjadi Pangdam XV/Pattimura, Mayjen Bima Wisnu Nugraha dari Kapuskesad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen Gunawan Rusuldi dari Ir Puskesad menjadi Kapuskesad, dan Brigjen Fahmi Sudirman dari Agen Intelijen Ahli Madya Direktorat Jawa dan Bali Deputi Intelijen DN BIN menjadi Staf Ahli Bidang SDA dan Lingkungan Hidup BIN. (Cok/*)







