Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim menyampaikan, bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menetapkan perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection, sebagai mitra investor proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya.
Perusahaan energi kelas dunia tersebut, diketahui selama ini bergerak di bidang industri perlindungan lingkungan dengan pengalaman pengolahan limbah padat dan pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah.
“Alhamdulillah, antara Danantara dan Pemerintah Kota Bogor sudah mendapatkan satu mitra untuk berinvestasi di waste to energy project di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Yang ditunjuk oleh Danantara adalah Zhejiang Weiming dari Tiongkok,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (17/3/2026).
Dedie menjelaskan, seluruh pihak yang terlibat menargetkan penandatanganan kerja sama proyek PSEL Bogor Raya dapat dilaksanakan pada tanggal 6 April 2026 sebagai tahap awal menuju pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.
“Program tersebut menjadi bagian dari tahap awal pengembangan proyek waste to energy nasional yang menempatkan Bogor sebagai salah satu kota prioritas,” tegas sosok berambut perak yang mempunyai target menjadikan Bogor sebagai Kota yang maju dan sejahtera warganya dalam lima tahun masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota itu.
Sebelumnya diketahui, Wali Kota Dedie A. Rachim menerima kunjungan tim khusus Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) terpilih untuk memaparkan rencana investasi (PSEL) Bogor Raya di Balai Kota Bogor pada Kamis (12/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan fasilitas PSEL yang mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai solusi pengelolaan sampah bagi warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Terkait hal itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara Maulana Muhammad menjelaskan, proses pemilihan mitra investor berlangsung selama empat bulan melalui evaluasi teknis dan kesiapan investasi.
Maulana menyebutkan, pembangunan fasilitas PSEL Bogor Raya ditargetkan dimulai dengan peletakan batu pertama Juli 2026 dan beroperasi pada akhir 2027 sehingga mampu membantu mengurangi beban tempat pembuangan sampah di wilayah Bogor.
Vice President Zhejiang Weiming Environment Protection Xiang Yihao pu juga menyampaikan komitmen perusahaan untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah yang mendukung lingkungan lebih bersih bagi masyarakat.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa berkontribusi dalam program waste to energy di Bogor. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap program ini untuk bisa memberikan air yang bersih dan langit yang biru serta cerah bagi Kota Bogor. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya,” ujar Xiang Yihao. (Cok/*)







