Kabarindo24jam.com | CILEGON – Perusahaan baja patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Osaka Steel Co., Ltd., Jepang, yakni PT Krakatau Osaka Steel (KOS), menghentikan operasionalnya di Indonesia pada 2026 setelah menghadapi tekanan bisnis yang berkelanjutan.
Keputusan penutupan tersebut telah dikonfirmasi oleh pemerintah. Kementerian Perindustrian menyatakan pihaknya menerima laporan bahwa perusahaan menghentikan kegiatan usaha di dalam negeri.
Berdasarkan keputusan manajemen, KOS dijadwalkan menghentikan produksi pada 30 April 2026, sementara penghentian operasional secara penuh berlangsung hingga 30 Juni 2026 sebagai bagian dari proses penutupan bertahap.
Penutupan ini dipicu oleh kondisi keuangan perusahaan yang memburuk. Pemerintah menyebut induk usaha di Jepang menghadapi kesulitan finansial dan tidak mampu mempertahankan daya saing di pasar.
Selain itu, manajemen perusahaan mencatat kerugian yang berlanjut sejak 2022, setelah sebelumnya sempat mencatat keuntungan.
Di sisi lain, industri baja domestik juga menghadapi tekanan eksternal, termasuk masuknya produk baja impor dengan harga lebih rendah, yang membuat produk lokal sulit bersaing di pasar.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah melemahnya permintaan baja dalam negeri, yang berkaitan dengan penyesuaian anggaran proyek infrastruktur. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan penjualan dan arus kas perusahaan.
Perusahaan juga dilaporkan sempat mencari opsi penjualan bisnis kepada pihak lain, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga penutupan menjadi langkah akhir.
PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan yang dibentuk pada 2014, dengan Osaka Steel sebagai pemegang saham mayoritas dan PT Krakatau Steel sebagai mitra domestik. Pabriknya berlokasi di kawasan industri Cilegon dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2017.
Perusahaan memproduksi baja konstruksi, termasuk produk long steel seperti besi tulangan untuk kebutuhan pasar dalam negeri.
Penutupan Krakatau Osaka Steel menambah daftar fasilitas industri baja yang menghentikan operasi dalam beberapa tahun terakhir, seiring tekanan pada sektor tersebut. Proses penghentian dilakukan bertahap hingga pertengahan 2026.
(Ls/*)







