Serangan Iran ke Pangkalan Udara Arab Saudi Rusak Pesawat AWACS AS, Puluhan Personel Terluka

Kabarindo24jam.com | Riyadh – Serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dilaporkan merusak sejumlah aset militer Amerika Serikat, termasuk pesawat peringatan dini dan kendali udara (AWACS) jenis E-3 Sentry.

Serangan tersebut terjadi pada 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat dan sumber regional, serangan itu melibatkan kombinasi rudal balistik dan drone yang menghantam area pangkalan, menyebabkan kerusakan pada beberapa pesawat militer yang berada di darat.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya 12 personel militer AS dilaporkan terluka, dengan beberapa di antaranya mengalami luka serius. Selain korban personel, serangan juga mengakibatkan Kerusakan pada pesawat pengisian bahan bakar (tanker) milik AS.

Kerusakan juga terdapat pada pesawat E-3 Sentry AWACS, salah satu aset kunci dalam operasi udara.
Laporan lain menyebut jumlah korban luka dapat mencapai lebih dari 10 orang, dengan variasi angka bergantung pada pembaruan situasi di lapangan.

Pesawat E-3 AWACS Sentry yang terdampak merupakan bagian dari sistem pengawasan udara strategis yang berfungsi mendeteksi dan melacak pergerakan pesawat, rudal, serta drone dalam jarak luas.
Sejumlah laporan menyebut pesawat tersebut mengalami kerusakan signifikan, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi final mengenai apakah pesawat tersebut dapat diperbaiki atau tidak.

E-3 dikenal sebagai salah satu aset penting dalam koordinasi operasi udara modern, dan jumlahnya terbatas, dengan sekitar 16 unit masih aktif dalam inventaris AS.

Pangkalan Udara Prince Sultan sendiri telah beberapa kali menjadi target dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan peningkatan intensitas serangan terhadap fasilitas militer strategis di kawasan Teluk.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *