Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memberikan kuliah umum secara daring kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 serta mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program Studi Keamanan Maritim dari Ruang Transit Laut Baltik GSB Kodiklatal, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kasal menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia pertahanan yang memiliki wawasan strategis, kemampuan adaptif, serta pemahaman yang kuat terhadap dinamika keamanan maritim global.
Selain itu, Laksamana Ali juga menyoroti pentingnya penguatan pertahanan maritim, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kerja sama dan diplomasi maritim dalam menjaga stabilitas kawasan.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kapasitas intelektual generasi penerus pertahanan maritim nasional, agar mampu menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks dan dinamis.
Sebagai penutup kuliah umum, Kasal menyampaikan bahwa penguasaan terhadap chokepoint memiliki peran strategis dalam menentukan stabilitas ekonomi dan kepentingan suatu negara. Kasal berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan para peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kedaulatan maritim Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Kasal juga menekankan agar seluruh prajurit dan lembaga pendidikan TNI AL terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, modern, dan tangguh guna mendukung tugas pertahanan negara di laut.
Profesionalisme Angkatan Udara
Terpisah, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang menentukan kesiapan dan profesionalisme TNI Angkatan Udara (TNI AU) yaitu kualitas personel. Karena itu, kualitas personel TNI AU harus dijaga melalui proses pemenuhan personel yang dilakukan secara terencana, objektif, transparan, dan akuntabel.
Dengan demikian, personel yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan organisasi serta tantangan tugas di masa depan. “Apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan kualitas generasi penerus TNI Angkatan Udara agar tetap profesional, militan, dan mampu melaksanakan tugas secara optimal,” tutur Wakasau di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (11/5).
Dalam rapat yang sama, Tedi turut mendorong adanya terobosan serta langkah-langkah out of the box untuk memenuhi kebutuhan personel TNI Angkatan Udara di tengah perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.
Selain itu, Wakasau menekankan pentingnya perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara yang realistis, bertahap, dan berorientasi jangka panjang guna mendukung kesiapan operasional secara berkelanjutan. (Cky/*)







