Kabarindo24jam.com | Cibinong -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya menata kawasan wisata Puncak serta menetapkannya sebagai prioritas penataan kawasan strategis secara terpadu. Bahkan, Bupati Rudy Susmanto tak letih untuk mendorong percepatan penataan kawasan Puncak secara menyeluruh dan terintegrasi.
Penataan ini pun menjadi langkah strategis mengingat kawasan Puncak merupakan magnet destinasi wisata unggulan sekaligus wajah dan pintu gerbang Kabupaten Bogor di tingkat nasional. Upaya tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi kemacetan lalu lintas, menata ruang yang lebih tertib, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam penataan kawasan strategis yang berkelanjutan. Sekda menegaskan bahwa Kawasan Puncak memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai kawasan lindung dan daerah tangkapan air yang berperan sebagai penyangga ekologis.
Kondisi ini menuntut adanya penataan yang terintegrasi agar pembangunan tidak mengabaikan daya dukung lingkungan. “Puncak harus ditata secara terpadu, tidak hanya untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga menjaga fungsi ekologisnya sebagai kawasan lindung dan daerah resapan air,” tegas Sekda Ajat dalam keterangannya yang dikutip, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, pendekatan pembangunan yang seimbang menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kawasan. Untul itu, lanjut Sekda, Pemkab Bogor tengah mengakselerasi transformasi Kawasan Puncak melalui konsep zonasi tematik yang terbagi ke dalam tiga pilar utama, yakni leisure, adventure, dan refreshing.
“Penataan ini tidak hanya fokus pada estetika melalui pembangunan taman tematik dan trotoar, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dasar seperti drainase, halte, dan pos patroli demi menciptakan kawasan yang tertata serta ramah lingkungan,” jelas Ajat.
Kemudian, guna mengatasi persoalan klasik kemacetan, langkah konkret diambil melalui optimalisasi simpang strategis di Gadog, Pasir Muncang, hingga Megamendung. Strategi ini mencakup pelebaran jalan dan perbaikan geometrik simpang untuk meningkatkan kapasitas arus lalu lintas.
“Selain itu, optimalisasi dan rencana perluasan Rest Area Gunung Mas kini menjadi tumpuan solusi jangka menengah pemerintah dalam mengurai kepadatan, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologi di jalur Puncak,” tutur Sekda Ajat.
Sebagai informasi, kawasan wisata Puncak yang meliputi Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Caringin, merupakan destinasi unggulan di Jawa Barat yang menawarkan udara sejuk, pemandangan kebun teh, dan berbagai tempat rekreasi keluarga.
Ada sejumlah destinasi populer di kawasan ini, termasuk diantaranya wahana Taman Safari Indonesia, Telaga Warna, Kebun Raya Cibodas, Agrowisata Gunung Mas, serta wahana terbaru seperti Melrimba Garden dan Dairyland Riverside Puncak. (Cok)







