Kabarindo24jam.com | Jakarta –Menyusul maraknya kritik terhadap keberadaan satuan baru di Angkatan Darat, yaitu Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan keberadaan Yon TP justru memberikan kontribusi besar untuk pemerintah daerah (Pemda).
“Untuk efektivitasnya, sejauh ini keberadaan Yon TP yang sudah tergelar telah memberikan kontribusi besar, khususnya dalam mendukung pemerintah daerah melaksanakan program pembangunan,” kata Brigjen Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia mencontohkan kehadiran batalion baru ini bisa mengatasi atau membantu ketika bencana alam. “Kita lihat sendiri pada penanganan bencana di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu, dimana kehadiran satuan-satuan ini secara signifikan mempercepat respons di lapangan, baik untuk evakuasi maupun membantu pemulihan infrastruktur dan wilayah demi menormalisasi kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana,” jelas Donny.
Tak hanya itu Donny lebih lanjut memastikan kontribusi batalion ini untuk ketahanan pangan juga efektif. “Begitu juga dalam hal ketahanan pangan, dimana mereka menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah lahan-lahan ketahanan pangan di daerah,” jelas Donny.
Sebagai informasi, saat ini TNI Angkatan Darat sudah membentuk sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalion Teritorial Pembangunan (YTP). Dimana proses pengembangannya berjalan secara bertahap dan berlanjut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, TNI akan membangun Yon TP di setiap kabupaten/kota. Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota. Oleh karena itu, TNI akan membangun setidaknya 514 Yon TP. Saat ini, kata Menhan Sjafrie, telah terbangun 150 Yon TP dengan satu batalion berisi 1.000 prajurit.
“Berarti kita sudah mempunyai 150.000 prajurit yang akan menjaga. Tetapi ini belum cukup, karena kita butuh 514 (batalion). Jadi diperkirakan dua hingga tiga tahun lagi, kita bisa mengcover 514 kabupaten/kota,” kata Sjafrie saat memberikan pengarahan ke Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).
Sjafrie menyatakan, implementasi itu merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh kabupaten/kota dijaga. “Oleh karena itu, kepada Panglima TNI ditugaskan untuk membangun batalion menjaga satu kabupaten/kota,” ujar Menhan.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga mengungkapkan tujuan pembentukan Yon TP, salah satunya untuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat sekitar. Selain itu, kehadiran prajurit akan menghidupkan perekonomian masyarakat. Dampak positif lainnya adalah penurunan angka kriminalitas. (Cky/*)







