Kabarindo24jam.com | Dubai, UEA – Gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, menjadi simbol ambisi dan transformasi ekonomi Dubai dalam dua dekade terakhir.
Menjulang setinggi 828 meter dengan 163 lantai di atas tanah, pencakar langit ini resmi dibuka pada 4 Januari 2010 setelah melalui proses konstruksi selama hampir enam tahun.
Proyek pembangunan dimulai pada Januari 2004 dan rampung secara struktural pada Oktober 2009. Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan empat tahun kepemimpinan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum di Dubai
Nama “Burj Khalifa” diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Uni Emirat Arab saat itu, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan.
Proyek Raksasa Bernilai Miliaran Dolar
Pembangunan menara ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 1,5 miliar, dan merupakan bagian dari kawasan pengembangan terpadu Downtown Dubai yang memiliki total investasi lebih dari US$ 20 miliar.
Pengembang proyek adalah Emaar Properties, salah satu perusahaan properti terbesar di Timur Tengah. Desain arsitektur dikerjakan oleh firma asal Amerika Serikat, Skidmore, Owings & Merrill (SOM), dengan arsitek utama Adrian Smith.
Sementara itu, konstruksi dipimpin oleh konsorsium internasional yang dikomandoi Samsung C&T.
Tantangan Teknik dan lRekor Dunia
Burj Khalifa dibangun dengan sistem struktur “buttressed core” berbentuk huruf Y, dirancang untuk memberikan stabilitas maksimal terhadap terpaan angin kencang di ketinggian ekstrem
Pondasinya menggunakan lebih dari 190 tiang pancang yang ditanam hingga sekitar 50 meter ke dalam tanah
Selama konstruksi, digunakan sekitar 330.000 meter kubik beton dan lebih dari 39.000 ton baja tulangan. Beton bahkan dipompa hingga ketinggian lebih dari 600 meter, mencetak rekor dunia saat itu.
Pada puncak proyek, lebih dari 12.000 pekerja dilaporkan terlibat setiap harinya.
Multifungsi: Hunian, Hotel, hingga Destinasi Wisata
Selain menjadi ikon arsitektur global, Burj Khalifa dirancang sebagai bangunan multifungsi. Di dalamnya terdapat apartemen mewah, ruang perkantoran kelas premium, serta hotel bintang lima Armani Hotel Dubai yang dirancang oleh perancang busana dunia Giorgio Armani.
Menara ini juga menjadi magnet wisata melalui dek observasi “At The Top”, yang menawarkan panorama kota Dubai dari ketinggian ratusan meter. Setiap pergantian tahun, Burj Khalifa menjadi pusat pertunjukan kembang api dan cahaya yang disaksikan jutaan orang di seluruh dunia.
Strategi Diversifikasi Ekonomi
Pembangunan Burj Khalifa merupakan bagian dari strategi Dubai untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan memperkuat sektor properti, pariwisata, serta jasa keuangan. Proyek ini dinilai berhasil memperkuat citra Dubai sebagai pusat bisnis dan destinasi wisata global.
Hingga kini, Burj Khalifa tetap memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia dan menjadi salah satu landmark paling dikenal secara internasional, menegaskan posisi Dubai di panggung arsitektur dan ekonomi dunia.
(Ls/*)







