Para Komandan Satuan Angkatan Darat Harus Menjadi Pemimpin yang Humanis

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan pengarahan khusus kepada peserta pendidikan calon Komandan Brigade/Resimen, calon Komandan Batalyon, calon Komandan Detasemen, serta calon Wakil Komandan Batalyon di markas Pussenif, Bandung, Senin (20/4/2026).

Sebagai komandan satuan (Dansat), pesan Letjen Saleh yang mewakili Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, menjadi pemimpin humanis seperti membangun kedekatan, kepedulian, serta memiliki ikatan yang kuat dengan prajurit merupakan hal yang penting.

Bacaan Lainnya

“Tidak hanya dibutuhkan kepedulian, tidak hanya dibutuhkan pengarahan-pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ, kamu harus cek, kamu harus turun, kamu harus bicara langsung,” kata Saleh dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (22/4/2026).

Mantan Panglima Kostrad ini menekankan bahwa seorang komandan tidak hanya cukup memberikan perintah, tetapi harus hadir di tengah anggota dan membangun komunikasi efektif. “Komunikasi langsung dengan anggota harus kalian lakukan,” ucap Saleh.

Komandan satuan, lanjut Jenderal bintang tiga ini, harus mampu berperan sebagai orang tua, mitra kerja, sekaligus guru dan pelatih bagi anggotanya, guna membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.

Melalui seleksi yang ketat serta pola pendidikan yang terprogram, para peserta diharapkan mampu menjadi komandan yang membawa pengaruh positif, membangun semangat, serta memperkuat soliditas satuan dalam pelaksanaan tugas.

“Kepemimpinan yang dibangun mampu mendorong pelaksanaan tugas secara efektif, terarah, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesiapan dan kemajuan TNI AD,” pesan Saleh yang juga pernah menjabat Kepala Staf Umum TNI.

Adapun jumlah peserta pendidikan terdiri dari 27 orang peserta pendidikan Danbrig/Danmen, 115 orang peserta pendidikan Danyon/Danden, serta 53 orang peserta pendidikan Wadanyon.

Pendidikan dilaksanakan selama delapan minggu dengan penilaian meliputi aspek Sikap dan Perilaku (Sikku), jasmani, serta kemampuan menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, dan kesegaran jasmani. (Cky/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *