Kabarindo24jam.com | Cibinong – Tim Caretaker Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor bergerak cepat untuk menggelar agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) dalam waktu dekat. Musorkablub ini bertujuan untuk memilih dan menetapkan Ketua yang baru menyusul pengunduran diri Dedi Ade Bachtiar dari jabatan tersebut baru-baru lalu.
Caretaker KONI Kabupaten Bogor, Dwiputro Aris Wibowo, mengungkapkan pihaknya segera menyusun langkah strategis untuk pelaksanaan Musorkablub, termasuk sosialisasi dan mekanisme penjaringan calon ketua. “Tugas utama kami menyiapkan tahapan Musorkablub Kabupaten Bogor,” ujar Dwiputro kepada wartawan di Kantor Dispora Kabupaten Bogor, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, Tim Caretaker KONI Kabupaten Bogor telah mengantongi Surat Keputusan (SK) KONI Jawa Barat Nomor 116 Tahun 2026 tentang Susunan Pejabat Sementara (Caretaker) KONI Kabupaten Bogor tertanggal 23 April 2026. SK tersebut ditandatangani Ketua KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana.
Berdasarkan SK tersebut, caretaker memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan Musorkablub sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Tahun 2020, paling lambat enam bulan sejak SK ditetapkan. Selain itu, caretaker juga bertugas menjamin keberlangsungan pembinaan dan pengembangan olahraga di Kabupaten Bogor.
Dwiputro menargetkan Musorkablub dapat digelar pada pekan depan. Ia menyebut susunan panitia pelaksana, yakni Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), telah dibentuk. “Kami akan segera menyampaikan kepada seluruh cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Bogor terkait pelaksanaan Musorkablub dan mekanisme penjaringan calon ketua,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh tahapan Musorkablub akan mengacu pada AD/ART KONI Tahun 2020. Peserta Musorkablub meliputi seluruh cabang olahraga anggota KONI Kabupaten Bogor, termasuk unsur Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi).
Terkait Musorkablub tersebut, Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Olahraga Bogor Raya Coky Pasaribu mengimbau kepada seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga sebagai pemilik suara di Musorkablub agar tidak memilih Ketua KONI yang baru berlatarbelakang politik agar pembinaan olahraga tidak bercampur aduk dengan kepentingan politis.
Coky menyebut akan lebih baik KONI dipimpin figur berlatarbelakang pensiunan ASN dan mantan pejabat atau pun aktif sebagai pejabat pemerintahan daerah yang memiliki rekamjejak di dunia olahraga. “Contoh waktu KONI dipimpin oleh Albert Pribadi, ketika itu Wakil Bupati, sukses membawa Kabupaten Bogor juara Porda 2006 di Karawang,” ujarnya.
Kemudian di tahun 2018, KONI Kabupaten Bogor dipimpin oleh mantan Wakil Ketua DPRD Haji Moh Rusdi AS, kontingen Kabupaten Bogor sukses juara umum. Kedua figur ketua tersebut dinilai bekerja profesional dan tidak membawa kepentingan atau nuansa politis dalam memimpin KONI maupun melakukan pembinaan olahraga.
“Berdasarkan pengalaman itu, sangat baik sekali jika KONI Kabupaten Bogor kedepan dipimpin oleh mantan pejabat Pemda dan pejabat DPRD atau pensiunan ASN yang punya trackrecord di dunia olahraga. Jangan politikus atau orang parpol yang berpotensi melibatkan kepentingan politiknya dalam pembinaan olahraga, itu tidak baik,” ujar Coky. (Man)







