Kabarindo24jam.com | Washington – King Charles III menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat pada Selasa (28/4), menekankan pentingnya persatuan antara Inggris dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan global.
Dalam pidato tersebut, Charles menggambarkan hubungan kedua negara sebagai aliansi yang kuat dan bersejarah, yang telah terjalin melalui berbagai konflik besar sejak abad ke-20. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tetap relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Raja Inggris juga menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai demokrasi, termasuk perlindungan terhadap masyarakat dan komitmen terhadap stabilitas internasional. Ia menyatakan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara sekutu, kedua negara tetap bersatu dalam prinsip-prinsip tersebut.
Dalam konteks konflik Rusia–Ukraina, Charles menyerukan keteguhan bersama dalam mendukung Ukraina. Ia menekankan bahwa dukungan internasional diperlukan untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Selain itu, Charles juga menyinggung peran NATO sebagai pilar utama dalam menjaga keamanan global. Ia mengingatkan kontribusi aliansi tersebut dalam berbagai konflik sebelumnya serta pentingnya kerja sama pertahanan lintas negara.
Pidato tersebut disampaikan dalam rangka kunjungan kenegaraan Charles ke Amerika Serikat, yang juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.
Kunjungan ini berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara, termasuk perbedaan sikap terkait sejumlah isu internasional.
Meski demikian, Charles tidak secara langsung menyinggung perbedaan kebijakan tersebut dalam pidatonya, dan memilih menekankan pentingnya kolaborasi serta stabilitas jangka panjang antara kedua negara.
Pidato berdurasi sekitar setengah jam itu disambut dengan respons positif dari anggota Kongres, yang memberikan sejumlah kali tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap pesan persatuan yang disampaikan.
(Ls/*)
Sumber: Reuters, The Guardian







