Diskusi Penanganan Banjir Berlangsung Tegang, Walikota Bandar Lampung Bantah Pernyataan BBWS

Kabarindo24jam.com | Bandar Lampung – Wali Kota Eva Dwiana terlibat adu argumen terbuka dengan pejabat balai sungai pemerintah pusat dalam sebuah forum diskusi penanganan banjir, menurut rekaman video dan keterangan acara yang berlangsung di kota tersebut pada Senin.

Insiden terjadi dalam sebuah forum Focus Group Discussion (FGD) bertajuk penanganan banjir di Bandar Lampung yang digelar di lingkungan kampus setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman yang beredar, Eva Dwiana terlihat berdiri dan menunjuk ke arah seorang pejabat yang diidentifikasi sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, sambil menyampaikan bantahan dengan nada tinggi.

Dalam video tersebut, wali kota menyampaikan pernyataan yang secara langsung menolak penjelasan pihak balai sungai, termasuk penggunaan kata yang mengindikasikan tudingan bahwa informasi yang disampaikan tidak benar.

Situasi berlangsung tegang namun tetap dalam kerangka forum resmi tanpa insiden fisik.
Forum diskusi itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, perwakilan pemerintah pusat, akademisi, dan pemangku kepentingan lain untuk membahas solusi banjir yang kerap melanda Bandar Lampung.

Perdebatan dalam sesi tersebut mencerminkan perbedaan pandangan mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam penanganan infrastruktur pengendalian banjir.

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung merupakan unit teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yang menangani pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut, termasuk sungai dan sistem drainase utama.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, pihak balai menekankan bahwa penanganan banjir membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

(Ls/*)

Catatan redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan verifikasi rekaman video dan informasi acara yang tersedia, dengan pendekatan netral dan tanpa interpretasi di luar fakta yang terkonfirmasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *