Kabarindo24jam.com | Kuwait – Pemerintah Kuwait melaporkan sistem pertahanan udaranya kembali mencegat sejumlah rudal dan drone yang memasuki wilayah udara negara itu pada Kamis pagi (28/5/2026), di tengah meningkatnya ketegangan konflik regional antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya di Timur Tengah.
Menurut laporan media internasional dan sejumlah sumber keamanan kawasan, aktivitas pertahanan udara Kuwait berlangsung sejak dini hari waktu setempat. Suara ledakan dilaporkan terdengar di beberapa area akibat proses intersepsi target udara yang diduga mengarah ke fasilitas strategis dan kawasan militer.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden terbaru tersebut.
Pemerintah Kuwait juga belum mengumumkan secara rinci lokasi sasaran maupun jumlah pasti proyektil yang berhasil dicegat.
Kuwait sebelumnya telah beberapa kali menjadi lokasi serangan drone dan rudal sejak konflik regional memanas pada Februari 2026. Negara Teluk itu diketahui menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer yang digunakan pasukan Amerika Serikat dan negara sekutu lainnya.
Dalam perkembangan sebelumnya, militer Kuwait sempat melaporkan intersepsi gelombang drone yang menargetkan infrastruktur penting, termasuk fasilitas energi dan kawasan bandara internasional.
Sejumlah serangan terdahulu juga menyebabkan kerusakan material pada instalasi vital negara tersebut.
Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Teluk dilaporkan masih berada dalam status siaga tinggi. Sejumlah negara di kawasan memperkuat sistem pertahanan udara menyusul kekhawatiran meluasnya konflik lintas wilayah.
(Ls/*)







