Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkapkan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM), baik perwira maupun prajurit, menjadi bagian penting dalam upaya pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) secara menyeluruh.
Menurutnya, SDM yang unggul dibutuhkan untuk mengoperasikan, mengintergrasikan, sekaligus memelihara beragam alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru yang akan memperkuat kapabilitas TNI AU dalam beberapa tahun mendatang.
“Pembangunan kekuatan tidak hanya berbicara mengenai pengadaan alutsista, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan dan memeliharanya,” tegas KSAU saat menutup Latihan Angkasa Yudha 2026 di Seskoau, Lembang, Bandung, akhir pekan kemarin.
Penekanan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Latihan Angkasa Yudha 2026 sebagai sarana strategis untuk menguji kesiapan organisasi menghadapi berbagai kontingensi. Melalui latihan ini, TNI AU juga mematangkan strategi yang adaptif terhadap perkembangan geostrategis dan karakter operasi multidomain.
“Perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi militer, serta munculnya ancaman lintas domain menuntut kemampuan berpikir adaptif dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, serta terintegrasi,” ungkap Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (6/7/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, Latihan Angkasa Yudha mengadopsi skenario peperangan modern, termasuk perang asimetris untuk menghadapi musuh dengan kekuatan yang lebih besar. Menurut KSAU, skenario tersebut disusun sebagai respons terhadap dinamika geostrategis yang terus berkembang sekaligus mengasah pola pikir operasional prajurit dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman.
Untuk mendukung pendekatan tersebut, seluruh skenario latihan kemudian disusun berdasarkan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2025. KSAU menilai doktrin tersebut telah memberikan kerangka yang tepat dalam menjawab karakter multi-domain operation.
“Integrasi operasi udara dengan dimensi siber, informasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan operasi yang semakin adaptif terhadap tantangan masa depan,” pungkas Tonny. (Cky/*)







