Bupati Rudy Turun ke Sekolah, Program “Kami Mendengar” Jadi Cara Pantau Pendidikan Bogor dari Dekat

Kabarindo24jam.com | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat pengawasan langsung terhadap kondisi pendidikan melalui program “Kami Mendengar” yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto. Program ini tidak hanya menjadi ruang aspirasi, tetapi juga sarana bagi pemerintah untuk melihat langsung kebutuhan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, setiap hari Senin seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari kepala perangkat daerah, sekretaris dinas, camat, kepala desa hingga anggota DPRD, ditugaskan menjadi inspektur upacara di berbagai SD dan SMP. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi peserta didik hingga sarana prasarana pendidikan dapat terpantau secara langsung.

Bacaan Lainnya

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, program “Kami Mendengar” bukan sekadar mendengar keluhan masyarakat, melainkan diikuti dengan tindakan nyata di lapangan. “Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki program bernama Kami Mendengar. Setelah kami mendengar, bukan hanya mendengar, tetapi kami melihat dan tentunya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujar Rudy saat mengunjungi SDN 04 Cijayanti, Babakan Madang, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki tantangan besar di sektor pendidikan karena merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dengan total 1.480 SD dan 107 SMP. Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan semata.

Melalui keterlibatan lintas perangkat daerah, pemerintah ingin memastikan setiap permasalahan di sekolah dapat teridentifikasi sejak dini. “Tujuannya agar kita dapat melihat langsung kondisi anak-anak kita, sekaligus memantau fasilitas dan infrastruktur yang perlu dibenahi bersama. Perubahan tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun, tetapi dengan perhatian yang terus diberikan, insyaallah akan membawa perubahan bagi kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain pemantauan, Pemkab Bogor juga mengawal pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dinilai penting untuk mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik di sekolah.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik juga terus ditingkatkan. Rudy mengungkapkan, guru honorer secara bertahap diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun pegawai paruh waktu sesuai kebijakan pemerintah. “Alhamdulillah, di SDN 04 Cijayanti dari tujuh guru yang ada, tiga guru honorer telah dilantik menjadi PPPK. Ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan,” katanya.

Apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat juga disampaikan dalam kesempatan tersebut. Menurut Rudy, perhatian Presiden terhadap sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia ke depan. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian besar terhadap anak-anak Indonesia, dunia pendidikan, serta kesejahteraan para guru. Ini adalah langkah penting untuk menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik,” tutup Rudy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *