Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 920 Jiwa, Ribuan Terluka, Operasi SAR Berpacu dengan Waktu

Kabarindo24jam.com | CARACAS – Jumlah korban akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah.

Hingga Jumat (26/6) waktu setempat, Pihak Berwenang melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, lebih dari 3.300 orang mengalami luka-luka, sementara puluhan ribu laporan orang hilang atau belum dapat dihubungi masih dalam proses verifikasi.

Bacaan Lainnya

Bencana bermula ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah barat laut Venezuela pada Rabu (24/6) petang waktu setempat. Sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 terjadi di kawasan yang berdekatan, memperparah kerusakan di berbagai daerah, terutama Caracas dan Negara Bagian La Guaira.

Dua guncangan kuat tersebut menyebabkan ratusan bangunan roboh, merusak jalan, jaringan listrik, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur publik lainnya.

Ribuan warga terpaksa mengungsi dan menghabiskan malam di ruang terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan.
Tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja tanpa henti di lokasi-lokasi yang paling parah terdampak.

Ratusan personel SAR, petugas pemadam kebakaran, militer, relawan, serta bantuan internasional dikerahkan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Otoritas menyebut sedikitnya 172 orang diperkirakan masih terjebak di sejumlah bangunan yang ambruk.

Hingga kini lebih dari 240 korban berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan, meski peluang menemukan penyintas semakin menurun seiring berlalunya waktu emas penyelamatan.

Gempa susulan masih terjadi, termasuk guncangan berkekuatan sekitar magnitudo 4,9 yang kembali mengguncang wilayah terdampak. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung dengan risiko tinggi bagi tim penyelamat.

Bantuan internasional mulai berdatangan dari sejumlah negara dalam bentuk personel SAR, tenaga medis, rumah sakit lapangan, logistik, alat berat, hingga bantuan kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama berbagai organisasi kemanusiaan juga mulai melakukan koordinasi penanganan darurat.
Sementara itu,

kerusakan diperkirakan mencapai miliaran dolar AS. Penilaian terhadap dampak bencana masih berlangsung mengingat banyak wilayah yang belum sepenuhnya dapat diakses akibat kerusakan infrastruktur.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *