Kerusuhan Beirut Memanas Usai Kesepakatan 14 Poin, Aparat Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Massa

Kabarindo24jam.com | Beirut, Lebanon – Situasi keamanan di ibu kota Lebanon kembali memanas setelah ribuan demonstran turun ke jalan memprotes implementasi kesepakatan 14 poin yang menjadi bagian dari rangkaian perundingan Amerika Serikat dan Iran serta kerangka perdamaian Israel-Lebanon.

Aparat keamanan Lebanon dikerahkan di sejumlah titik strategis di Beirut dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang memblokade sejumlah fasilitas publik.

Bacaan Lainnya

Aksi demonstrasi berlangsung di beberapa ruas jalan utama dengan pengunjuk rasa menilai sebagian isi kesepakatan berpotensi mengubah keseimbangan politik dan keamanan Lebanon.

Beberapa laporan menyebut demonstran juga memblokir akses menuju fasilitas umum sehingga aparat melakukan tindakan pengamanan untuk membuka kembali jalur transportasi.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington sebagai langkah awal menuju penghentian konflik berkepanjangan.

Namun, implementasinya masih menghadapi penolakan dari berbagai pihak, terutama kelompok Hezbollah yang menolak tuntutan pelucutan senjata.

Isi Pokok Kesepakatan 14 Poin

Dokumen memorandum 14 poin yang dipublikasikan sejumlah media internasional memuat beberapa ketentuan utama, antara lain:

Penghentian permanen operasi militer di seluruh front, termasuk wilayah Lebanon.

Pembentukan gencatan senjata permanen.

Pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pengurangan bertahap sanksi ekonomi terhadap Iran.

Pembentukan mekanisme koordinasi keamanan internasional.

Pembentukan zona keamanan percontohan (pilot security zones) di Lebanon selatan.

Penempatan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai satu-satunya otoritas keamanan di zona tersebut.

Penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah yang disepakati apabila persyaratan keamanan dipenuhi.

Proses pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hezbollah, melalui tahapan yang diawasi.

Bantuan kemanusiaan dan dukungan internasional bagi Lebanon.

Pembentukan mekanisme pemantauan pelaksanaan kesepakatan.

Pembahasan normalisasi keamanan secara bertahap.

Penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik.

Penyusunan perjanjian damai yang lebih komprehensif pada tahap berikutnya.

Mengapa Kesepakatan Ini Memicu Kericuhan?

Penolakan terutama muncul terhadap poin mengenai pelucutan senjata Hezbollah dan penempatan penuh tentara Lebanon di wilayah selatan. Pendukung Hezbollah menilai langkah tersebut dapat melemahkan posisi kelompok itu, sementara pemerintah Lebanon dan negara-negara mediator memandangnya sebagai bagian dari upaya mengembalikan kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya.

Hezbollah sendiri menegaskan tidak menerima pelucutan senjata melalui tekanan politik maupun militer dan memperingatkan bahwa penerapan kesepakatan secara sepihak dapat memicu ketegangan baru di dalam negeri.

Aparat keamanan Lebanon masih bersiaga di sejumlah lokasi strategis di Beirut.

Kerangka kesepakatan Israel-Lebanon telah ditandatangani, namun masih merupakan tahap awal menuju perjanjian damai yang lebih luas.

Amerika Serikat membentuk mekanisme koordinasi militer untuk mengawasi implementasi kesepakatan.

Bantuan kemanusiaan internasional untuk Lebanon mulai dipersiapkan.

Belum ada indikasi bahwa seluruh poin kesepakatan telah diterapkan karena masih bergantung pada negosiasi lanjutan dan situasi keamanan di lapangan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *