Piala Dunia 2026: Belanda Melaju Meyakinkan, Jepang Jaga Asa Asia, Persaingan 32 Besar Makin Panas

Kabarindo24jam.com | Jakarta, 26 Juni 2026 – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan rangkaian hasil penting yang mulai membentuk peta persaingan menuju babak 32 besar. Beberapa tim memastikan tiket fase gugur, sementara sejumlah negara masih menunggu kepastian melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Tim nasional Belanda menutup fase grup dengan kemenangan 3–1 atas Tunisia. Hasil tersebut memastikan Belanda keluar sebagai juara grup dengan koleksi tujuh poin.

Bacaan Lainnya

Belanda tampil agresif sejak awal dan menguasai ritme permainan. Keunggulan cepat membuka jalan bagi dominasi hingga akhir laga. Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan, namun Belanda kembali memperlebar jarak dan mengamankan tiga poin penting.

Dengan hasil ini, Belanda dipastikan lolos otomatis ke babak 32 besar dan menghindari jalur yang lebih berat pada fase awal gugur.

Laga antara Paraguay dan Australia berakhir tanpa gol.
Meski minim peluang bersih, hasil imbang tersebut cukup bagi Australia untuk mengamankan posisi yang membawa mereka ke fase 32 besar.

Paraguay masih memiliki peluang bertahan melalui klasifikasi peringkat ketiga terbaik, bergantung hasil grup lain.

Pertandingan antara Amerika Serikat melawan Turki menghadirkan duel terbuka. Turki meraih kemenangan dramatis 3–2 lewat gol penentu di fase akhir pertandingan.
Namun hasil tersebut tidak mengubah posisi puncak grup yang tetap menjadi milik Amerika Serikat.
Turki sendiri tidak berhasil melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.

Pertandingan antara Jepang dan Swedia berakhir imbang 1–1. Laga berlangsung ketat dengan tempo tinggi. Jepang bermain disiplin dan berhasil menjaga hasil yang cukup untuk mengamankan tiket ke fase 32 besar sebagai runner-up grup, sementara Swedia juga melaju melalui jalur yang tersedia pada klasemen akhir.

Jepang dan harapan Asia di piala dunia 2026, kembali menjadi representasi kuat sepak bola Asia pada turnamen ini.

Tim asuhan pelatih nasional mereka menunjukkan identitas permainan yang rapi, transisi cepat, dan disiplin bertahan sepanjang fase grup.

Sebagai tim Asia yang melaju dengan performa stabil membuat Jepang mulai diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam menuju fase-fase akhir.

Namun jalan menuju gelar masih sangat panjang karena fase gugur menghadirkan lawan dengan intensitas dan kualitas berbeda
.

Jepang menjadi salah satu simbol bahwa negara Asia kini bukan lagi sekadar peserta, tetapi penantang serius di panggung sepak bola dunia 2026.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *