Dubes Kartini: Misi Muhibah KRI Bima Suci ke Nagasaki Refleksikan Kuatnya Persahabatan Indonesia Jepan

Kabarindo24jam.com | Nagasaki, Jepang – Kehadiran KRI Bima Suci tidak hanya menjadi goodwill visit, tapi juga merefleksikan hubungan kerja sama dan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Jepang yang hampir berusia 70 tahun. Demikian dikatakan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir saat menyambut kedatangan KRI Bima Suci dalam kegiatan Deck Reception yang digelar di atas geladak utama KRI Bima Suci pada Kamis 18 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Pelayaran ini merupakan bagian dari misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek Kartika Jala Krida (Lattek KJK) 2026. KRI Bima Suci yang berlabuh di Dejima Pier, Nagasaki, Jepang, pada 18 – 21 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya diplomasi maritim Indonesia dalam mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

“Kehadiran KRI Bima Suci ke Jepang ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim, mempererat hubungan antar masyarakat ( people-to-people contact ), serta menjadi simbol persahabatan yang kuat antara angkatan laut kedua negara. Dalam mengemban misi diplomasi maritim Indonesia, kehadiran KRI Bima Suci juga bertujuan mempererat confidence bulding measures serta kerja sama di bidang maritim antara Indonesia dan Jepang,” ujar Dubes Kartini yang hadir didampingi Koordinator Fungsi Politik Titik Nahilal Hamzah, Koordinator Fungsi Ekonomi Gatot Hari Gunawan, Atase Pertahanan (Athan) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Hidayaturrahman, dan Atase Perdagangan Merry Astrid Indriasari.

“Diplomasi maritim Indonesia-Jepang memiliki peran sangat krusial bagi hubungan kedua negara, sebagaimana hasil pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Sanae Takaichi dalam kunjungan Presiden RI ke Jepang 29-31 Maret 2026 lalu,” tambahnya. Selain itu menurut Dubes Kartini, Indonesia juga dipandang penting bagi Jepang berkaitan dengan perkembangan di Indo-pasifik. Indonesia tambahnya, juga dinilai oleh Jepang sebagai salah satu negara besar yang dapat berperan penting di kawasan ini.

Dubes Kartini berkesempatan menerima courtesy call di atas KRI Bima Suci dengan perwakilan pejabat dari TNI AL yang dipimpin oleh Staf Ahli Kasal, Laksdya T. N. S. B. Hutabarat, serta delegasi AL lainnya. Dalam diskusi di lounge KRI Bima Suci, delegasi AL menyampaikan program KJK 2026 yang juga mengikutsertakan partisipan ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 dari 9 negara ASEAN dan 17 negara mitra.

Dalam kunjungannya ke KRI Bima Suci, Dubes Kartini juga berkesempatan melakukan wawancara dengan media terkait kehadiran KRI Bima Suci di Jepang. Dubes menyampaikan pesan agar para taruna dapat memperluas ilmu dan pengalaman dalam diplomasi maritim.

“Para taruna AAL diharapkan memperkuat pengetahuan dan teknologi modern sehingga kelak menjadi pemimpin yang adaptif dengan perkembangan dan kemajuan zaman seperti penggunaan teknologi AI dan peralatan modern seperti drone dan peralatan robotik. Para taruna AL ini juga tentu diharapkan menjadi duta bangsa yang menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di Jepang,” tutur Dubes Kartini.

Resepsi yang dihadiri oleh perwakilan dari Otoritas Pemerintah Daerah dan Parlemen Nagasaki, Pimpinan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), serta perwakilan Atase Pertahanan Asing di Tokyo berlangsung meriah dengan suguhan atraksi budaya para taruna Angkatan Laut Republik Indonesia, serta sajian makanan khas Nusantara.

Sementara itu, dalam sambutannya Rear Admiral Ogawa Kunio dari JMSDF, menyampaikan, Indonesia dan Jepang memiliki kesamaan terkait geografi kedua negara sebagai negara kepulauan. Karena itu, kerja sama maritim menjadi keharusan bagi kedua negara, khususnya di tengah tantangan geo-politik dunia dan kawasan saat ini. Kehadiran KRI Bima Suci menurut Ogawa Kunio, menunjukkan kedekatan hubungan dan kerja sama kedua negara diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Para taruna AAL di KRI Bima Suci juga menggelar pertunjukkan budaya dan marching band serta melaksanakan open ship dari 19-20 Juni 2026, untuk masyarakat Indonesia dan Jepang di Nagasaki. Antusiasme pejabat dan masyarakat di Jepang khususnya di kota Nagasaki terlihat cukup tinggi dari partisipasi para undangan untuk turut bernyanyi dan menari pada gelar budaya dalam resepsi yang dilaksanakan di atas kapal.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto menyebut rentetan kunjungan internasional ini punya peran vital buat masa depan prajurit matra laut.

“Kunjungan ke Nagasaki ini jadi bagian penting untuk mempererat persahabatan antarnegara sekaligus memberi pengalaman internasional yang berharga buat para taruna AAL sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL,” kata Sugeng.

Sebagai informasi, sebelum merapat ke Jepang, kapal latih yang membawa 77 taruna AAL angkatan ke-73 dari korps teknik, elektro, dan suplai ini telah lebih dulu mengelilingi Shanghai (Cina), Busan (Korea Selatan), hingga menyelesaikan etape ketujuh di Pelabuhan Vladivostok (Rusia) pada pertengahan Juni.

Pada Minggu 21 Juni 2026 dengan dilepas secara resmi oleh Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksamana Pertama TNI Hidayaturrahman, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju etape berikutnya, yaitu Manila, Filipina. Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut dijadwalkan tiba dan sandar di Manila pada 2 Juli 2026 untuk melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya sebagai bagian dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Satlat Kartika Jala Krida (KJK) 2026.

*Sumber KBRI Tokyo*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *