Kabarindo24jam.com | Jakarta -Sebanyak 654 Perwira Muda Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi menyelesaikan Pendidikan Pertama Infanteri Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Mereka resmi menyandang pangkat perwira pertama, yakni Letnan Dua (Letda).
Upacara penutupan pendidikan dipimpin langsung Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD (Danpussenif), Letjen TNI Iwan Setiawan di Lapangan Upacara Pusdikif, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat – Jawa Barat pada awal pekan ini.
Iwan memastikan para perwira ini siap mengemban tugas sebagai Komandan Pleton (Danton) di satuan-satuan Infanteri TNI AD di seluruh Indonesia. Lebih lanjut ia menekankan bahwa seorang Perwira Infanteri harus memiliki tiga pilar utama atau tripola dasar, sikap perilaku yang baik, serta kemampuan jasmani yang prima.
“Jadilah Perwira yang berkarakter, profesional, dan dicintai prajurit. Ilmu yang kalian dapat di Pusdikif ini adalah bekal untuk memimpin di medan tugas yang sesungguhnya,” kata Iwan dalam keterangannya yang dikutip dari siaran pers Penerangan Pussenif, Kamis (2/7/2026),
Pada kesempatan tersebut, Danpussenif juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Dengan ditutupnya pendidikan ini, diharapkan lahir perwira-perwira Infanteri muda yang tangguh, adaptif, dan siap menjaga keutuhan NKRI.
Terpisah, sebanyak 22 perwira dari program Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Khusus Penerbang TNI TA 2026 berhasil menuntaskan Pendidikan Standardisasi. Prosesi penutupan pendidikan sekaligus Wingday dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono di Makodiklatau, Jakarta, Rabu (1/7).
Dengan disematkannya brevet penerbang, mereka kini telah resmi memiliki kualifikasi sebagai penerbang militer dan siap mengabdi pada negeri sebagai bagian dari personel TNI Angkatan Udara (TNI AU). Mengutip laman TNI AU, Kamis (2/7), Pendidikan Standardisasi merupakan tahapan penting dalam pembinaan personel.
Pendidikan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap para peserta agar memenuhi standar sebagai penerbang militer. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk penerbang militer yang unggul, profesional, dan siap bertugas di satuan masing-masing serta menghadapi dinamika operasi udara.
Dalam amanatnya, Dankodiklatau berpesan agar para penerbang baru TNI AU dapat terus meningkatkan kompetensi serta bersikap adaptif dan inovatif dalam merespons perkembangan teknologi kedirgantaraan yang tengah berlangsung begitu pesat.
“Saya berharap para lulusan PSDP mampu mendukung akselerasi pembangunan kekuatan TNI AU melalui penguasaan teknologi, kesiapan operasional, serta memiliki ketangguhan mental, moral, dan profesionalisme sebagai prajurit udara,” imbuh Dankodiklatau. (Lou/*)







