Sekda Kabupaten Bogor Ingatkan Pentingnya Aparatur Pemerintah Miliki “Sense of Crisis”

Kabarindo24jam.com | Cibinong -Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menekankan pentingnya seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki sense of crisis, khususnya dalam menghadapi tantangan kondisi keuangan daerah.

Menurut Sekda Ajat, kondisi fiskal Kabupaten Bogor pada tahun 2026 diproyeksikan lebih berat dibandingkan tahun 2025. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memiliki sense of crisis dengan menerapkan efisiensi anggaran, namun tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan bahwa rumah sakit daerah diminta menyusun strategi agar pelayanan kesehatan tetap optimal tanpa menambah utang maupun jumlah pegawai. Selain itu, perangkat daerah juga didorong mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, seperti videotron, taman, dan billboard, sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah.

Di sektor perpajakan, lanjut mantan Kepala Bappedalitbang dan Kepala DPKPP Kabupaten Bogor ini, Pemkab Bogor juga akan memperkuat pendataan dan penataan perizinan villa di kawasan Puncak guna mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

“Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, program pelayanan publik tidak boleh terhenti. Penataan lingkungan, normalisasi saluran air, serta upaya menjaga kebersihan kawasan harus tetap berjalan melalui semangat kolaborasi dan gotong royong,” kata Sekda Ajat dalam keterangannya yang dikutip, Senin (6/7/2026).

Untuk itu, para camat, kepala desa, perangkat daerah, hingga masyarakat didorong terus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan. Salah satu implementasi nyata semangat tersebut adalah penataan jalur Cijayanti – Bojong Koneng yang tengah dipersiapkan sebagai wajah Kabupaten Bogor menjelang kunjungan tamu-tamu negara.

Pada akhirnya, Sekda Ajat juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat integritas, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta mendorong pelayanan publik yang tetap optimal di tengah tantangan fiskal yang dihadapi. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *