Tekad Wali Kota Dedie Rachim, Wujudkan Kota Bogor Jadi Pelopor Pembangunan PSEL

Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor semakin memantapkan langkah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern. Bahkan, Kota Bogor siap menjadi salah satu daerah pelopor pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam setiap kesempatan juga berulangkali menegaskan bahwa Pemkot Bogor sangat berkomitmen dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan di tingkat daerah.

Bacaan Lainnya

Dedie mengungkapkan bahwa selama satu tahun terakhir, berbagai tahapan persiapan pembangunan fasilitas Waste to Energy Plant (PSEL) telah dilakukan secara intensif. Dalam waktu dekat, proyek strategis tersebut akan memasuki tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Menurut Wali Kota Dedie, daerah yang berjuluk ‘kota hujan’ ini akan memiliki dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menjadi bagian penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah perkotaan.

“Keberadaan dua fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dedie dalam siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor yang dikutip pada Minggu (5/7/2026).

Ia menyebut pembangunan PSEL menjadi salah satu pencapaian penting dalam percepatan pembangunan Kota Bogor. “Perubahan Kota Bogor berlangsung cukup cepat. Salah satu yang paling membanggakan adalah kita akan memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Persiapannya sudah dilakukan selama satu tahun terakhir,” jelas dia.

PSEL merupakan teknologi yang mengolah sampah menjadi energi listrik melalui proses pengolahan modern yang ramah lingkungan. Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi atas meningkatnya volume sampah di kawasan perkotaan.

Dedie menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Bogor untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari pengurangan sampah di sumber, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali menjadi energi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi sirkular.

Dedie berharap pembangunan dua fasilitas PSEL tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor, tetapi juga menjadi model bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern.

Dengan memanfaatkan teknologi pengubah sampah menjadi energi listrik, Kota Bogor diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah yang inovatif dalam pembangunan berkelanjutan serta mendukung target pengurangan sampah nasional. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *