Ditarget Raup Rp 1,4 Triliun, Bappenda Kabupaten Bogor Optimalisasi Penagihan Piutang Pajak

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor Adi Mulyadi mengungkapkan bahwa pihaknya kini terus berupaya menggenjot perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang ditargetkan mencapai Rp4,1 triliun.

Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD telah mencapai sekitar 43 persen atau sekitar Rp1,8 triliun, sehingga berbagai strategi optimalisasi pendapatan terus dilakukan. Karena itu, Adi mengaku optimistis target tersebut dapat dicapai hingga akhir tahun ini meskipun kondisi perekonomian saat ini masih belum sepenuhnya membaik.

Bacaan Lainnya

Adapun upaya yang dilakukan Bappenda, antara meliputi optimalisasi penerimaan dari sektor pajak daerah, intensifikasi penagihan piutang pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pemanfaatan layanan pembayaran berbasis digital untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Target satu tahun sebesar Rp4,1 triliun, jadi kenaikannya kurang lebih hampir di angka Rp 225 miliar dari tahun sebelumnya. Tapi kami optimis bisa memenuhi target tersebut,” ujar Adi Mulyadi dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (10/7/2026).

Adi menjelaskan, target PAD Kabupaten Bogor pada 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengejar target tersebut, Bappenda Kabupaten Bogor akan memaksimalkan penagihan piutang pajak.

Terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih memiliki potensi penerimaan cukup besar. “Kalau piutang pajak ada yang tertagih, terutama dari PBB, kita targetkan kurang lebih Rp150 miliar,” ucap mantan Kabag Perundang-Undangan Setda Kabupaten Bogor ini.

Selain itu, lanjut Adi, Bappenda juga menggulirkan berbagai program relaksasi pajak sebagai bentuk stimulus bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan pembayaran pajak daerah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penerimaan daerah pada semester kedua tahun 2026.

Menurutnya lagi, pencapaian target PAD membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat sebagai wajib pajak. Pendapatan daerah yang optimal akan menjadi modal penting dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bogor. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *