Wali Kota Bogor Terapkan Sistem Pengelolaan Aset Daerah yang Transparan dan Akuntabel

Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi meluncurkan Smart Asset Governance Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah (SIMASDA) sebagai langkah memperkuat tata kelola aset daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Wali Kota Dedie A. Rachim mengatakan, kehadiran SIMASDA menjadi instrumen penting dalam meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aset milik Pemerintah Kota Bogor. Melalui sistem tersebut, seluruh data aset dapat dipantau secara lebih terbuka, mulai dari lokasi, luas, nilai, hingga status pemanfaatannya.

Bacaan Lainnya

“Dengan kita launching SIMASDA ini tentu pengelolaan aset daerah ke depan akan lebih transparan, akuntabel, dan mudah-mudahan lebih berintegritas. Karena dari situ nanti kelihatan semua aset ada di mana, luasnya berapa, nilainya berapa, dipakai untuk keperluan apa, sampai kapan, itu semuanya akan kelihatan,” ungkap Dedie dalam pernyataan persnya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, SIMASDA bukan hanya berfungsi sebagai pusat data aset daerah, tetapi juga menjadi alat pengendalian untuk memastikan pengelolaan aset dilakukan secara lebih efektif dan profesional. Ia menilai keberhasilan sistem tersebut harus diukur melalui indikator kinerja yang jelas, terutama dalam meningkatkan nilai pemanfaatan aset daerah.

“Kalau sekarang pemanfaatan aset hanya Rp5,5 miliar, maka key indikatornya ke depan mungkin harus Rp10 miliar, Rp15 miliar, bahkan Rp20 miliar karena nilai aset kita total hampir Rp15 triliun,” katanya.

Dedie menjelaskan, total aset Pemerintah Kota Bogor terdiri atas berbagai kategori, seperti sekolah, kantor pemerintahan, taman, hingga jalan. Karena itu, pemerintah akan melakukan pengelompokan berdasarkan karakteristik aset. “Nanti kita coba pilah lagi mana aset yang punya nilai ekonomi supaya ada clustering-nya, mana yang kemudian punya nilai sosial,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menjelaskan bahwa Smart Asset Governance SIMASDA dikembangkan untuk mendukung transparansi, efisiensi, dan tata kelola aset daerah yang memiliki nilai strategis. Menurut Lia, seluruh aset milik Pemkot Bogor akan terintegrasi dalam satu sistem digital, sehingga memudahkan proses pendataan, pengawasan, hingga pemanfaatannya.

“Smart Asset Governance SIMASDA ini tentunya dikembangkan dalam rangka transparansi tentang pengelolaan aset menuju ke arah efisiensi dan tata kelola yang memiliki nilai ekonomi yang strategis,” ujar Lia.

Ia mengatakan aplikasi tersebut memuat berbagai jenis aset daerah, mulai dari jalan, jembatan, sekolah, fasilitas sosial dan fasilitas umum, kendaraan dinas, hingga aset yang sedang dipinjamkan maupun dimanfaatkan pihak lain.

Masyarakat juga dapat mengakses informasi tersebut secara terbuka melalui aplikasi, termasuk melihat posisi aset pemerintah menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS). “Misalnya aset kendaraan, masyarakat bisa melihat kendaraan plat merah itu milik siapa,” katanya.

Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), nilai aset Pemerintah Kota Bogor saat ini mencapai sekitar Rp12,9 triliun. Nilai tersebut bersifat dinamis karena setiap tahun terdapat proses pengadaan maupun penghapusan aset. (Her/Cok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *