Kabarindo24jam.com | Middle East – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi penegakan blokade laut terhadap Iran terus berlangsung di kawasan Teluk dan Laut Arab. Dalam pembaruan per 20 Juli 2026, militer Amerika Serikat menyebut telah mengalihkan tujuh kapal komersial dan melumpuhkan satu kapal yang tidak mematuhi perintah, sebagai bagian dari upaya mencegah kapal keluar maupun masuk ke pelabuhan-pelabuhan Iran.

Operasi USS Boxer di Laut Arab
CENTCOM juga merilis dokumentasi yang memperlihatkan personel militer Amerika Serikat di atas kapal serbu amfibi USS Boxer (LHD-4) menjalankan operasi penerbangan siang dan malam dari Laut Arab.
Kapal tersebut mendukung misi udara dan maritim yang menjadi bagian dari operasi pengawasan serta penegakan blokade terhadap lalu lintas menuju wilayah pelabuhan Iran.
Menurut CENTCOM, hingga 20 Juli:
Tujuh kapal komersial telah diarahkan untuk tidak memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran.
Satu kapal dinonaktifkan setelah tidak mematuhi peringatan yang diberikan pasukan Amerika Serikat.
Operasi dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan blokade maritim yang kembali diberlakukan di kawasan tersebut.
Latar Belakang Operasi
Blokade laut diberlakukan kembali setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sejak pertengahan Juli, pasukan AS meningkatkan patroli laut dan udara di sekitar Selat Hormuz, Teluk Persia, Teluk Oman, serta Laut Arab guna mengawasi kapal-kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran.
USS Boxer merupakan bagian dari penguatan kekuatan laut Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut membawa unsur Korps Marinir, helikopter, serta pesawat yang mendukung operasi pengawasan dan respons cepat.
Dampak terhadap Jalur Pelayaran
Operasi blokade terus memengaruhi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintas sempat menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya, sementara sejumlah operator pelayaran mengambil langkah lebih berhati-hati akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan.
Sejumlah perusahaan pelayaran juga dilaporkan melakukan penyesuaian rute dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan di sekitar Teluk Persia.
(Ls/*)







