Sabtu, 18 September 2021

BEM PT Muhammadiyah Kritisi Penanganan Pandemi Covid dan Bela Din Syamsuddin

YOGYAKARTA —  Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (BEM PTMI) menggelar aksi konsolidasi nasional di kampus Universitas Ahmad Dahlan, Bantul – Yogyakarta pada 16 Februari 2021, untuk mendiskusikan berbagai kebijakan yang akan diterapkan pemerintah pada tahun 2021.

“Forum konsolidasi mahasiswa PTM merupakan agenda khusus yang kami buat untuk menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama terkait penanganan pandemi covid-19 dan permasalahan lainnya yang harus kita sikapi,” kata Rivandy Azhari Ali Harahap dari  Presidium Nasional BEM PTM DIY-Jateng, dalam keterangan persnya.

Menurut Rivandy, kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid telah memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai dari kebijakan PSBB hingga sekarang PPKM. Tapi dirasa tidak begitu efektif dalam upaya memutus mata rantai Covid di Indonesia. 

“Apalagi ditambah dengan vaksinasi yang belum tersalurkan secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat. Ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintah belum menemui titik terang bahwa Pandemi akan segera berakhir. Kalau saja pandemi tidak segera berakhir maka aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pun akan terganggu,” ujar Rivandy.

Selain itu, tambah Rivandy yang mewakili suara forum konsolidasi mahasiswa Muhammadiyah, di saat bangsa sedang berusaha keluar dari pandemi, bangsa Indonesia dibuat gaduh dengan adanya tuduhan radikal terhadap personal tertentu yang tak berdasar, sehingga itu memungkinkan terjadinya perpecahan umat. 

Baca Juga :  Pendidikan Berbasis Digital Jadi Solusi Atas Kebutuhan Sumber Daya Manusia

“Maka dari itu, kami BEM PTMI dalam Forum Konsolidasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah meminta  pemerintah meninjau ulang strategi dan upaya memutus penyebaran covid 19 yang tak kunjung membaik,” cetusnya.

Selain itu, BEM PTMI mendesak pemerintah untuk memberikan dispensasi yang sama selama masa Pandemi Covid-19 tanpa membedakan kampus swasta maupun negeri dan meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang konkrit dan efektif.

Selanjutnya BEM PTMI menegaskan sikapnya membela sesepuh Muhammadiyah, Din Syamsudin, dari tudingan radikal. “Kami segenap mahasiswa Muhammadiyah bertekad untuk bersama dengan Prof. Din Syamsuddin dalam menghadapi tudingan radikal,” pungkas Rivandy.

Berdasarkan keterangan panitia kegiatan, mahasiswa yang hadir antara lain berasal dari Unviersitas Ahmad Dahalan Yogyakarta,  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta Uniiversitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Mataram,  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Palembang, Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Bogor. “

(***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Gubernur Jabar Restui Tatap Muka Siswa di Daerah Level 2 dan 3

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan  sejumlah daerah di Jawa Barat sudah turun status kewaspadaan Covid-19 dengan adanya penurunan level Pemberlakukan Pembatasan...
Baca Juga :  Kemendikbud Mundurkan Pelaksanaan Asesmen Akibat Pandemi Covid

Pemerintah Luncurkan Bantuan Uang Kuliah Tunggal Rp 2,4 Juta Setiap Mahasiswa

JAKARTA --  Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa di seluruh Indonesia senilai Rp 2,4 juta pada September 2021 ini akan dicairkan oleh...

Kemendikbud Sediakan Beasiswa Program Pendidikan S2 ke Luar Negeri

JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan tengah membuka beasiswa program persiapan studi magister atau S2 di...

Kemendikbudristek Gelar Asesmen Nasional Untuk Perbaikan Kualitas Pembelajaran

JAKARTA - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kabalitbang Kemendikbudristek) Anindito Andiantono, mengungkapkan, dalam waktu dekat Kemendikbudristek akan...

GMNI Minta Presiden Penuhi Kebutuhan Pokok Rakyat yang Terdampak Pandemi Covid-19

JAKARTA -- Menyikapi keluhan masyarakat terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta Presiden Joko Widodo memenuhi kebutuhan pokok masyarakat menengah...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here