Sabtu, 25 September 2021

Berniat Memperbaiki Sistem Keuangan, Kepala Bapenda DKI Malah Dimundurkan

JAKARTA — Sistem pengelolaan keuangan di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai bermasalah. Atas hal itu, Mohammad Tsani Annafari–mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)–berniat membenahinya. Namun niat mulia itu ditentang, malahan dia diminta mundur dari jabatannya oleh pihak tertentu di Pemprov DKI.

Kepada wartawan, Minggu petang (28/2/2021), Tsani mengaku, pengunduran dirinya diminta langsung oleh Pemprov DKI Jakarta, bukan atas dasar keinginan sendiri. Namun Tsani tak mendetailkan siapa yang meminta mundur, Gubernur Anies Baswedan, Wagub Ahmad Riza atau Sekretaris Daerah?.

Tsani menjelaskan, permintaan untuk segera mundur dari jabatan kepala Bapenda itu datang setelah dirinya berencana membenahi sistem keuangan yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta ke Kantor Samsat untuk pengadaan kertas yang nilainya mencapai Rp 9,8 miliar setiap tahun.

“Masa kita rela tiap tahun kita ngeluarin duit Rp9,8 miliar untuk samsat buat nyetak kertas yang kemudian jadi komoditi saja,” kata Tsani yang meyakini apa yang dilakukannya semata untuk kebaikan bersama.

Rencana Tsani memperbaiki kelemahan sistem birokrasi di Pemprov DKI ini kemudian ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan diskusi tentang Transformasi Digital Pendapatan Daerah PKB dan BBNKB Provinsi DKI Jakarta 2021 yang dilaksanakan pertengahan pekan ini. “Saya bikin FGD lalu bicara samsat, kalau samsat tidak diperbaiki gimana?” ujarnya.

Namun, kata Tsani, agenda pembenahan sistem itu justru tidak disukai oleh sebagian orang. Dia tidak menjelaskan orang tak setuju dengan hal itu, tapi ia juga tidak menyebut nama instansi dari orang-orang yang tidak suka dengan pembenahan sistem itu.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Jembatan Ploso Dimulai, Arus Lalulintas Dialihkan

Intinya, setelah mengadakan acara itu, dirinya diminta mengundurkan diri karena dianggap sebagai beban bagi Pemprov DKI Jakarta. “Ada kuping yang panas komplain ke pak gubernur, masak saya langsung diberhentikan? saya ini jadi beban organisasi kalau tetap jadi Kepala Bapenda, sehingga lebih baik mundur,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Mohammad Tsani Annafari secara mendadak mengundurkan diri jabatan tersebut. Padahal mantan penasihat ahli KPK ini belum setahun menjabat. Berita ini tentu saja membuat heboh publik Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) membenarkan hal tersebut. Namun Ariza enggan membeberkan alasan Tsani mengundurkan diri jabatan tersebut. Dia hanya mengatakan hal ini menjadi hak semua pegawai di lingkungan Pemprov DKI yang tidak bisa dicegah siapapun.

“Saya kira itu menjadi hak setiap orang, siapa saja kalau ingin mundur dan dalam pemerintahan di pusat, daerah kabupaten BUMN, BUMD bahkan swasta adanya rotasi adanya mutasi perpindahan dan sebagainya maupun pengunduran diri itu menjadi hak semuanya,” kata Ariza. (Cok)

- Advertisement -

Latest news

Jelang Rakerda dan Harlah, Ketua PPWI Kabupaten Bogor Sambangi Mabes Polri.

JAKARTA – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melakukan audiensi dengan Divisi Humas Mabes Polri, baru-baru ini. Asudiensi diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo...
Baca Juga :  BKN Jadwalkan April 2021 Pembukaan Daftar CPNS Melalui Sekolah Kedinasan

Elite PDIP Ancam Berikan Sanksi, Relawan Ganjar Mengecam

BENGKULU -- Merebaknya kabar di media massa tentang DPP PDI Perjuangan akan memberikan sanksi kepada salah satu kader terbaiknya, Ganjar Pranowo, terkait isu sebagai...

Inisiasi Kapolri Vaksinasi Merdeka Bersama BEM dan OKP Serentak Mendapat Apresiasi

JAKARTA -- Dewan Pimpianan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (LPPI) mengapresiasi tindakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menggelar kegiatan Vaksinasi Merdeka se-Indonesia dengan menggandeng...

Diduga Terima Suap Rp 250 Juta, KPK Jadikan Bupati Kolaka Timur Tersangka

JAKARTA - Terciduk dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari (22/9/2021), Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan anak...

Ketua DPRD DKI Sebut Gubernur Anies Bertanggungjawab atas Kasus Lahan Munjul

JAKARTA -- Gubernur Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa siang (21/9/2021), memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPL) terkait...
- Advertisement -

Related news

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...

Kasetukpa Polri Berangkatkan 44 Dokter ke ajang PON XX di Papua

SUKABUMI - Bertempat di lapangan Sutadi Ronodipuro-Sukabumi, Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, memimpin apel keberangkatan Satgas Kesehatan...

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris memberikan penegasan khusus bahwa Pemerintah Daerah dan jajaran beserta masyarakat Provinsi Jambi telah siap melaksanakan kegiatan...

Jelang Rakerda dan Harlah, Ketua PPWI Kabupaten Bogor Sambangi Mabes Polri.

JAKARTA – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melakukan audiensi dengan Divisi Humas Mabes Polri, baru-baru ini. Asudiensi diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here