DC-8 Kargo Trans Air Cargo Service Keluar Landasan Saat Mendarat di Kinshasa

Kabarindo24jam.com | KINSHASA – Pesawat kargo Douglas DC-8 milik Trans Air Cargo Service (TACS), dengan registrasi 9S-AJO, mengalami runway excursion atau keluar dari area landasan saat mendarat di Bandara Internasional N’Djili, Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, Selasa, 8 September 2026.

Informasi awal mengenai insiden tersebut masih berkembang dan penyebabnya belum ditetapkan.
Pesawat tersebut dilaporkan mengalami overrun atau tidak berhenti sepenuhnya di area landasan setelah melakukan pendaratan.

Bacaan Lainnya

Pesawat kemudian keluar dari permukaan landasan sebelum akhirnya berhenti. Detail mengenai titik persis pesawat berhenti dan kondisi fasilitas bandara masih menunggu keterangan lebih lanjut dari otoritas terkait.

Data awal yang beredar mengidentifikasi pesawat sebagai Douglas DC-8-73CF, sebuah varian kargo dari keluarga DC-8 yang telah menggunakan mesin CFM56 setelah menjalani program modernisasi.

Pesawat tercatat dengan nomor registrasi 9S-AJO dan dioperasikan oleh Trans Air Cargo Service, maskapai kargo yang berbasis di Kinshasa. Laporan awal juga menyebut pesawat mengalami kerusakan pada bagian roda pendaratan depan atau nose landing gear setelah keluar dari landasan. Namun, tingkat kerusakan keseluruhan pesawat belum dapat dipastikan secara penuh.
sehingga belum tepat menyebut pesawat sebagai rusak berat atau total loss.

Informasi yang tersedia sejauh ini menyebut penerbangan tersebut merupakan penerbangan kargo. Laporan awal mengindikasikan pesawat datang dari Mbuji-Mayi menuju Kinshasa, dengan awak berada di dalam pesawat dan tanpa penumpang komersial.

Seluruh awak yang disebut dalam laporan awal dilaporkan selamat,
Insiden tersebut menjadi perhatian di kalangan penerbangan karena 9S-AJO merupakan salah satu dari sangat sedikit Douglas DC-8 yang masih digunakan dalam operasi kargo komersial. Data armada yang tersedia pada 2026 mencatat TACS sebagai salah satu operator DC-8 yang masih aktif.

Pesawat 9S-AJO sendiri merupakan pesawat yang telah berusia lebih dari lima dekade. Meskipun demikian, usia pesawat semata tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab insiden.

Faktor seperti kondisi landasan, cuaca, performa pengereman, konfigurasi pendaratan, kecepatan saat menyentuh landasan, maupun faktor operasional lainnya harus diperiksa dalam investigasi.
Trans Air Cargo Service diketahui berbasis di Kinshasa dan menjalankan penerbangan kargo, termasuk layanan domestik di Republik Demokratik Kongo.
Data armada yang tersedia sebelum insiden mencatat 9S-AJO sebagai DC-8-73CF yang masih berada dalam armada TACS.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *