Rabu, 16 Juni 2021

Din Syamsuddin Bukan Radikalis, Tapi Sikap Politiknya Dianggap Norak

JAKARTA — Sikap politik Din Syamsuddin beberapa tahun terakhir ini dinilai norak alias lebay. Bahkan, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu dianggap mempunyai agenda politik tertentu. Din pun dinilai kepribadian dan perilakunya tidak radikal, melainkan sikap dan pernyataan politiknya yang cenderung radikal.

Hal itu dikemukakan pendakwah sekaligus intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Ustaz Sukron Makmun dalam video yang ditayangkan kanal Youtube Tagar TV, Minggu (28/2/2021). Sukron Makmun menyebut pemikiran Din Syamsuddin tidak radikal, tapi gerakan politiknya saat ini norak.

“Saya tahu betul pemikiran beliau tidak radikal, tapi gerakan politik beliau akhir-akhir ini agak norak. Justru ini yang bisa bikin citra beliau runtuh,” ujar Ustadz Sukron seraya menambahkan bahwa ia melihat hal tersebut dari sejumlah manuver Din yang aktif mengkritisi pemerintahan saat ini. 

Menurutnya, di tiap kesempatan selalu ada celah yang coba dikritisi oleh Din Syamsuddin. Lantaran hal itu, Ustadz Sukron menilai sikap Din tersebut belakangan justru telah menciderai kiprah positifnya selama ini di forum nasional dan intenasional yang sudah dibangun sejak lama.

Din Syamsuddin juga kerap dikenal bagian dari sistem. Dia dekat dan akrab dengan tokoh-tokoh elite politik negeri. Akan tetapi kini dia getol mengkritisi seolah-olah menganggap Pemerintah tak pernah berbuat apa-apa.

“Padahal dari dulu zaman Pak Harto dia juga aktif masuk sistem, setelah Pak Harto dia juga aktif di pemerintahan. Dan saat dia bagian dari sistem tak pernah tuh bisa mengubah secara signifikan. Sekarang seolah pemerintah salah, menurut saya tidak etis. Istilahnya agak norak,” ujarnya.

Baca Juga :  Agar Tidak Ada Lagi Sumbatan Komunikasi, Kapolri Luncurkan SP2HP Online

Pengurus NU Banten yang juga penulis buku ini pun menduga sikap Din yang agak norak itu ditengarai karena ada ambisi politik tertentu. Atau bisa jadi, tambah Sukron, karena Din Syamsuddin sudah terkontaminasi oleh kelompok pergaulannya.

“Sepertinya dia punya agenda politik tertentu, indikasi ke sana ada. Mungkin ada hal yang dia rasa belum terakomodir. Walaupun selama ini pemerintah sudah banyak sekali mengakomodasi beliau di berbagai posisi,” tutur pengurus NU Banten ini.

Seharusnya, menurut Sukron, seorang pembesar negeri seperti Din Syamsuddin dinilai tak perlu menjadi golongan yang gampang masuk angin. Di mana integritas yang akan membawanya pada sikap tak terpengaruh. “Karena seorang tokoh implikasinya luar biasa di tengah masyarakat,” katanya.

Terkait pelaporan yang dilakukan GAR ITB terhadap Din Syamsuddin soal kedisiplinan sebagai ASN atau PNS, Sukron tak sependapat. Menurutnya, secara pemikiran Din bukanlah seorang radikalis. 

Sebab Sukron tahu betul, jika Din selama ini aktif dalam dialog kiprah antar agama, kerukunan beragama, dan sebagainya, di level nasional maupun internasional. Ini merupakan salah satu bukti kalau dia bukan seorang radikal.

“Beliau jauh dari radikal, beliau juga alumni Amerika. Tetapi kalau secara politik, bisa dikatakan beliau sudah radikal,” pungkas Sukron Makmun. (***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...
Baca Juga :  Kubu Moeldoko Lanjutkan Perjuangan Demokrasi dan Cari Keadilan ke Pengadilan

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...

Diciduk Polisi Narkoba, Anji Tersandung Kasus Kepemilikan Ganja

Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Barat memastikan musisi sekaligus penyanyi papan atas, AN, yang ditangkap polisi bawa ganja adalah Anji atau Erdian Aji Prihartanto. Anji...
- Advertisement -

Related news

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Zona Merah Covid-19!! Wilayah Bandung Raya Tertutup untuk Kunjungan Wisatawan

BANDUNG -- Lonjakan kasus postif Covid-19 pasca liburan lebaran dan musim liburan sekolah terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan, trend kenaikan...

Ceko dan Slowakia Menang, Spanyol Ditahan Imbang Swedia

LONDON -- Tiga pertandingan lanjutan Piala Eropa 2020 digelar sejak Senin malam WIB. Berikut ini adalah hasil dan klasemen lanjutan laga Piala Eropa 2021 hingga...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here