Rabu, 17 Agustus 2022

Din Syamsuddin Bukan Radikalis, Tapi Sikap Politiknya Dianggap Norak

JAKARTA — Sikap politik Din Syamsuddin beberapa tahun terakhir ini dinilai norak alias lebay. Bahkan, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu dianggap mempunyai agenda politik tertentu. Din pun dinilai kepribadian dan perilakunya tidak radikal, melainkan sikap dan pernyataan politiknya yang cenderung radikal.

Hal itu dikemukakan pendakwah sekaligus intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Ustaz Sukron Makmun dalam video yang ditayangkan kanal Youtube Tagar TV, Minggu (28/2/2021). Sukron Makmun menyebut pemikiran Din Syamsuddin tidak radikal, tapi gerakan politiknya saat ini norak.

“Saya tahu betul pemikiran beliau tidak radikal, tapi gerakan politik beliau akhir-akhir ini agak norak. Justru ini yang bisa bikin citra beliau runtuh,” ujar Ustadz Sukron seraya menambahkan bahwa ia melihat hal tersebut dari sejumlah manuver Din yang aktif mengkritisi pemerintahan saat ini. 

Menurutnya, di tiap kesempatan selalu ada celah yang coba dikritisi oleh Din Syamsuddin. Lantaran hal itu, Ustadz Sukron menilai sikap Din tersebut belakangan justru telah menciderai kiprah positifnya selama ini di forum nasional dan intenasional yang sudah dibangun sejak lama.

Din Syamsuddin juga kerap dikenal bagian dari sistem. Dia dekat dan akrab dengan tokoh-tokoh elite politik negeri. Akan tetapi kini dia getol mengkritisi seolah-olah menganggap Pemerintah tak pernah berbuat apa-apa.

“Padahal dari dulu zaman Pak Harto dia juga aktif masuk sistem, setelah Pak Harto dia juga aktif di pemerintahan. Dan saat dia bagian dari sistem tak pernah tuh bisa mengubah secara signifikan. Sekarang seolah pemerintah salah, menurut saya tidak etis. Istilahnya agak norak,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Redam Spekulasi Soal Pelantikan Andika Sebagai Panglima TNI

Pengurus NU Banten yang juga penulis buku ini pun menduga sikap Din yang agak norak itu ditengarai karena ada ambisi politik tertentu. Atau bisa jadi, tambah Sukron, karena Din Syamsuddin sudah terkontaminasi oleh kelompok pergaulannya.

“Sepertinya dia punya agenda politik tertentu, indikasi ke sana ada. Mungkin ada hal yang dia rasa belum terakomodir. Walaupun selama ini pemerintah sudah banyak sekali mengakomodasi beliau di berbagai posisi,” tutur pengurus NU Banten ini.

Seharusnya, menurut Sukron, seorang pembesar negeri seperti Din Syamsuddin dinilai tak perlu menjadi golongan yang gampang masuk angin. Di mana integritas yang akan membawanya pada sikap tak terpengaruh. “Karena seorang tokoh implikasinya luar biasa di tengah masyarakat,” katanya.

Terkait pelaporan yang dilakukan GAR ITB terhadap Din Syamsuddin soal kedisiplinan sebagai ASN atau PNS, Sukron tak sependapat. Menurutnya, secara pemikiran Din bukanlah seorang radikalis. 

Sebab Sukron tahu betul, jika Din selama ini aktif dalam dialog kiprah antar agama, kerukunan beragama, dan sebagainya, di level nasional maupun internasional. Ini merupakan salah satu bukti kalau dia bukan seorang radikal.

“Beliau jauh dari radikal, beliau juga alumni Amerika. Tetapi kalau secara politik, bisa dikatakan beliau sudah radikal,” pungkas Sukron Makmun. (***/Husni)

Latest news

Baca Juga :  Rizieq Shihab Menuding Kerja Intelijen, Diaz Hendropriyono Tertawa Geli

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Pemilih Partai Nasdem Lebih Menghendaki Ganjar Ketimbang Anies

JAKARTA - Setelah Partai NasDem merekomendasikan tiga calon presiden 2024 hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa, Lembaga survei Saiful Mujani...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here