Rabu, 26 Januari 2022

DPR Terima Surat dari Presiden, Jendral Andika Pimpin TNI

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengirimkan surat ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait nama atau figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun pada medio November ini.

Dalam suratnya yang diterima oleh Ketua DPR Puan Maharani, Rabu (3/11/2021), Presiden Jokowi mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menjabat Panglima TNI. Dengan demikian, selesai sudah polemik soal figur pemimpin TNI tersebut.

Surat Presiden atau Surpres tersebut diserahkan ke DPR oleh Menteri Sekretariat Negara Watik Pratikno. Atas Surpres itu, Puan mengatakan setelah surat tersebut diterima oleh pimpinan DPR akan langsung diserahkan kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk diproses.

“Presiden usulkan satu nama untuk mendapat persetujuan. Karena itu Pak Mensesneg, Presiden menyampaikan Surpres mengenai usulan calon Panglima atas nama Jenderal Andika Perkasa,” ujar Ketua DPR Puan Maharani kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan – Jakarta.

Publik tentu saja sudah cukup mengenal siapa sosok Jenderal TNI Andika Perkasa yang mengawali kariernya sebagai perwira Kopassus di Grup 2/Para Komando. Akmil lulusan 1987 ini selama 12 tahun berkarier di Korps Baret Merah.

Ketika berpangkat Kapten, dia menjadi Komandan Tim 3 Sat Gultor 81 Kopassus pada tahun 1995. Lalu dua tahun kemudian menjadi Komandan Resimen 62, Yon 21 Grup 2/Para Komando, Kopassus dan Pama Kopassus.

Baca Juga :  Kuatkan Sinergi dan Soliditas TNI, Jendral Dudung Temui KSAL dan KSAU

Pria kelahiran Bandung ini karier di dunia militer terbilang meroket. Sempat menjabat Komandan Korem Kawal Samudra dengan pangkat Kolonel lalu promosi menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD. 11 bulan Andika menjabat di Mabes AD, kariernya terus naik.

Pada 22 Oktober 2014, menantu mantan Kepala BIN Jendral purn AM Hendropriyono ini kemudian dipercaya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggantikan Mayjen TNI Doni Monardo. 

Jabatan mentereng itu hanya berselang dua hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Andika pun resmi menyandang jenderal bintang dua. Selang dua tahun, dia menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura.

Tak lama kemudian, pangkatnya naik menjadi Letnan Jenderal atau bintang tiga saat menjabat Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Selanjutnya, Presiden Jokowi memberikan tugas kepadanya menggantikan Jenderal Mulyono sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 2018. Setelah jadi KSAD, Andika kian populer karena kebijakannya yang dinilai pro perwira senior dan prajurit di bawah.

Andika sendiri pernah menempuh pendidikan tinggi Strata-1 (Sarjana Ekonomi) di dalam negeri dan meraih 3 gelar akademik Strata-2 (M.A., M.Sc., M.Phil) serta 1 gelar akademik Strata-3 (Ph.D) dari berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat. (***/CP)

Latest news

Baca Juga :  KPK Ajak Polisi Militer Kerjasama Tangani Perkara Korupsi di Lingkungan TNI

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

TNI AD Sebut Poster Haikal Hassan Ceramah di Yonif Raider Malang Adalah Hoaks

JAKARTA- Markas Besar TNI Angkatan Darat (AD) merasa gerah dan langsung mengklarifikasi poster yang beredar luas di media sosial terkait kedatangan pendakwah...

Empat Pangdam, Komandan Marinir dan Gubernur AAU, Promosi Jabatan Bintang 3

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menetapkan 10 perwira tinggi untuk mengisi jabatan strategis bintang tiga di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here