Dua Prajurit AS Tewas dan Satu Hilang dalam Serangan Iran di Yordania

Kabarindo24jam.com | TAMPA, Florida – Dua personel militer Amerika Serikat tewas dan satu lainnya masih dinyatakan hilang setelah pangkalan militer di Yordania diserang rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) Iran pada Jumat (17/7). Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melalui pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (18/7).

Menurut CENTCOM, serangan terjadi ketika pasukan Amerika Serikat bersama mitra koalisinya berupaya mempertahankan pangkalan dari gelombang serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran.
Selain dua korban jiwa, satu personel militer AS hingga kini masih berstatus hilang dalam tugas (missing in action/MIA).

Bacaan Lainnya

Operasi pencarian masih berlangsung, sementara otoritas militer belum mengungkap identitas para korban karena proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.

Empat personel lainnya sempat dievakuasi ke rumah sakit di Yordania akibat luka yang diderita. CENTCOM menyatakan seluruhnya telah diperbolehkan pulang, sedangkan personel lain yang mengalami luka ringan telah kembali menjalankan tugas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan internasional, sasaran utama serangan adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, fasilitas militer strategis yang digunakan Angkatan Bersenjata Yordania bersama pasukan Amerika Serikat dan negara-negara koalisi.

Iran melancarkan kombinasi serangan rudal balistik dan drone ke sejumlah sasaran militer regional. Di Yordania, sistem pertahanan udara bersama berupaya mencegat proyektil yang masuk, namun sebagian serangan berhasil mencapai area pangkalan sehingga menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat.

Sejumlah fasilitas di pangkalan mengalami kerusakan, termasuk infrastruktur operasional dan beberapa aset penerbangan militer, meski tingkat kerusakan secara keseluruhan belum diumumkan secara resmi.

Prajurit yang hilang masih dalam pencarian
Hingga berita ini ditulis, CENTCOM belum memberikan perkembangan rinci mengenai keberadaan personel yang hilang.
Militer AS hanya menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung serta belum memberikan informasi tambahan mengenai lokasi terakhir maupun kondisi personel tersebut.

Respons Amerika Serikat
Beberapa jam setelah serangan di Yordania, militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran melancarkan serangan lanjutan terhadap pasukan Amerika maupun mengancam jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *