Banjir Bandang dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Banjir Juga Landa Sejumlah Wilayah di Sumatera Barat

Kabarindo24jam.com | TAPANULI TENGAH – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah lokasi, termasuk Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka. Air bercampur lumpur dan material kayu meluap ke permukiman warga pada Sabtu (18/7) sore, memaksa sebagian warga mengungsi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Minggu, genangan di sebagian besar kawasan terdampak telah berangsur surut. Meski demikian, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pembersihan material lumpur dan pohon yang menutup jalan serta membantu warga membersihkan rumah mereka.

Bacaan Lainnya

Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa akibat kejadian di Kecamatan Tukka. Aparat masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta kerusakan yang ditimbulkan banjir dan longsor.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi rumah warga yang terendam lumpur, ruas jalan lingkungan yang tertutup material longsoran, Serta lahan pertanian yang terdampak sedimentasi.

Sejumlah akses sempat tidak dapat dilalui kendaraan akibat timbunan batu, tanah, dan batang pohon yang terbawa arus.

Pada waktu yang hampir bersamaan, hujan lebat juga memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Daerah di Sumatera Barat yang dilaporkan mengalami dampak cuaca buruk meliputi:
Kabupaten Agam – banjir di sejumlah titik dan longsor di kawasan perbukitan.
Kabupaten Pasaman Barat – genangan serta longsor yang mengganggu akses jalan.
Kabupaten Padang Pariaman – banjir di beberapa nagari dan genangan di permukiman.
Kota Padang – genangan di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman akibat hujan deras.
Kabupaten Limapuluh Kota – beberapa titik longsor dan pohon tumbang dilaporkan mengganggu lalu lintas.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam kejadian hujan lebat di Sumatera Barat.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat melakukan pendataan dampak, mengevakuasi warga di wilayah rawan, serta menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *