Kabarindo24jam.com | Bogor – Hasil pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Kota Bogor mengungkap masih banyak warga yang kurang melakukan aktivitas fisik. Temuan tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Bogor untuk semakin menggalakkan budaya hidup sehat melalui berbagai kegiatan olahraga yang dapat diikuti masyarakat.
Data itu sejalan dengan hasil penelitian Kementerian Kesehatan beberapa tahun lalu terhadap 5.000 responden di Kota Bogor. Penelitian tersebut menunjukkan masih tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta minimnya kebiasaan berolahraga. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya kasus hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kembali mengajak masyarakat membiasakan diri bergerak dan berolahraga saat menghadiri kegiatan Gerak Sehat Prolanis dalam rangka Semarak HUT BPJS Kesehatan ke-58 di Taman Lansia, Sabtu (18/7/2026). Menurutnya, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di berbagai fasilitas publik yang tersedia di Kota Bogor.
Dedie mengatakan, angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor saat ini telah mencapai 76,24 tahun. Capaian tersebut menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat yang relatif baik dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.
“Jadi memang ini fakta data kesehatan, serta upaya yang terus dilakukan bersama menuju langkah perbaikan agar masyarakat sehat. Ini juga memang harus muncul kesadaran dari bagaimana cara untuk mulai membiasakan diri bergerak,” ujar Dedie.
Ia berharap program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dijalankan BPJS Kesehatan dapat semakin luas diikuti masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.
“Ini program Prolanis kita dukung. Mudah-mudahan kalau bisa setiap minggu ada gerak jalan, ada jalan sehat, ada senam, dan sebagainya untuk menambah indeks kesehatan, indeks harapan hidup masyarakat Kota Bogor dari 76 sekian tahun menjadi 80 tahun, menjadi 85 tahun seperti di Jepang,” kata Dedie.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor, Jayadi, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Menurut Jayadi, melalui Prolanis BPJS Kesehatan berupaya mengendalikan dua penyakit kronis utama, yakni diabetes melitus (DM) dan hipertensi, agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.
“Penyakit kronisnya dua saja, DM dan Hipertensi, karena ini bisa komplikasinya ke cuci darah ya. Jadi, ini dikelola dengan baik dengan aktivitas fisik yang nanti sebentar kita lakukan dengan Gerak Sehat Prolanis. Jadi, selama ini kan senam ya, nah sekarang berubah dengan cara gerak jalan sehat 335, jalan lambat 3 menit jalan cepat tiga menit 5 putaran,” ungkap Jayadi.
Melalui inovasi kegiatan Gerak Sehat Prolanis tersebut, BPJS Kesehatan berharap peserta dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kualitas kesehatan, sekaligus menekan ketergantungan terhadap penggunaan obat melalui penerapan pola hidup yang lebih aktif. (Man)







