Kamis, 2 Desember 2021

Jabar Rumah Semua Agama, Kang Emil Akan Mudahkan Perizinan Rumah Ibadah

BANDUNG — Wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mulai saat ini dan kedepan tak boleh lagi dibebani kegaduhan akibat kontroversi atau polemik terkait pendirian rumah ibadah, melainkan harus menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama.

Untuk itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berjanji akan mempermudah seluruh proses penerbitan perizinan pendirian rumah ibadah untuk semua agama yang diakui negara.

“Sebagai Gubernur, saya akan terus berupaya menjadikan wilayah Jabar sebagai rumah bersama semua umat beragama. Karenanya, pengurusan perizinan (pendirian) rumah ibadah terus kita permudah, tidak boleh dipersulit,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan persnya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021).

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur, menegaskan komitmen dirinya beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan memberikan keadilan kepada semua umat beragama di Jabar. Namun begitu, implementasinya bukan berarti harus sama rata.

Tetapi, menempatkan segala sesuatu sesuai dengan takarannya. “Kami akan memberikan keadilan kepada semua umat beragama di Indonesia khususnya di Jabar. Akan tetapi, keadilan itu bukan berarti sama rata,” ujarnya.

“Dalam keyakinan saya, keadilan itu adalah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan takarannya. Semua pasti difasilitasi, tapi persentase atau porsinya berbeda-beda,” imbuh mantan Walikota Bandung ini.

Ridwan Kamil mencontohkan kalau ada dana dari Pemprov Jabar, misalnya, semua umat beragama diupayakan untuk dapat mengakes. Namun, kata dia, jika ada satu golongan tertentu mendapat porsi lebih tinggi, itu karena pembagiannya proporsional berdasarkan jumlah penganut agama tersebut.

Baca Juga :  KPK Minta Pengusaha dan Pejabat Jangan Lagi Lakukan Praktik Suap Menyuap

“Itulah yang kita sebut dengan definisi adil, tidak selalu sama rata tetapi memberikan sesuai dengan ukuran dan takarannya masing-masing,” ucap mantan arsitek yang digadang-gadang sejumlah pihak sebagai Calon Presiden itu.

Emil menekankan perlunya dialog dua arah secara intens yang dilakukan oleh para tokoh lintas agama. Bahkan, ia mengajak para tokoh lintas agama tersebut berani mendiskusikan sesuatu yang bersifat sensitif untuk meminimalisir adanya kesalahpahaman.

“Harapan saya, para tokoh agama berani mendiskusikan hal-hal yang sensitif ya, jangan dipendam karena hal sensitif itulah yang akhirnya tidak masuk ke dalam kepemahaman mereka yang berdialog,” ucapnya.

Menurut Emil lagi, forum dialog sangat penting dalam proses pemahaman pandangan dalam suatu masalah. Sebab pada dasarnya mereka yang tidak mau berdialog tidak bisa memahami perspektif berbeda terhadap suatu masalah.

Emil juga mengingatkan kembali perlunya masyarakat untuk mewaspadai akan pengaruh negatif dari luar seperti ekstrimisme dan radikalisme yang mudah ditemukan di media sosial. “Kita harus lindungi umat kita dari kelompok di media sosial yang menarasikan bahwa perbedaan itu kebencian,” katanya.

“Kita juga harus buktikan bahwa Jabar bukan saja provinsi yang jumlah penduduknya terbesar, tapi juga menjadi provinsi paling baik dalam mengelola keberagaman dan mengelola toleransi,” pungkasnya. (***/Nurali)

Latest news

Baca Juga :  BNN Kota Bengkulu Gelar Workshop Sehari Kalangan Sektor Swasta

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

Bupati Bogor Janji Permudah Perizinan Setelah Ditegur Gubernur Jabar

BOGOR -- Bupati Bogor, Ade Yasin, berjanji akan mengawal kemudahan berinvestasi di wilayahnya, demi melakukan pemulihan ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. Untuk itu, dia menginstruksikan...

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here