Rabu, 29 September 2021

Kebersamaan NU dan PDI Perjuangan Mampu Menjaga Indonesia dari Ancaman Kebangsaan

JAKARTA — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meyakini bahwa kebersamaan PDIP dan Nahdlatul Ulama (NU) sangat diperlukan untuk mengatasi pelbagai ancaman kebangsaan. Karenanya, Megawati merasa sangat bersyukur kedekatan kaum nasionalis dan kaum religius sejak jaman kemerdekaan hingga saat ini masih terus berjalan dengan erat. 

“Saya sangat yakin jika PDI Perjuangan terus berjalan beriringan dengan NU maka segala ancaman kebangsaan pasti bisa diatasi. Hal itu tentunya juga dapat menciptakan hal-hal baik yang luar biasa pada saat ini dan tentunya untuk di masa yang akan datang,” kata Megawati saat menghadiri perayaan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-95 di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Megawati pun mengisahkan, dirinya masih ingat bagaimana kedekatan hubungan ayahnya yang Proklamator RI Bung Karno dengan para pendiri NU Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah serta para tokoh NU lainnya.

“Saya tidak akan pernah lupa, selalu ingat, Bung Karno diberi gelar oleh Nahdlatul Ulama yaitu Waliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah, gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepemimpinan beliau yang disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama di Surabaya tahun 1954,” ujarnya.

Megawati menegaskan, kedekatan Bung Karno dengan kiai dan warga Nahdliyin itu, akan dia teruskan dalam tindakan dan telah diamanatkan kepada seluruh kaum nasionalis juga para kader dan simpatisan PDI Perjuangan di tanah air dan manca negara.

Megawati kemudian menyampaikan ucapan selamat Harlah NU dan kinj NU telah matang sebagai sebuah organisasi. “Pada hari yang berbahagia ini, NU genap berusia 95 tahun, saya ucapkan selamat pada usia 95 tahun tentunya menunjukkan bagaimana telah matangnya sebuah organisasi dengan sikap dan perjuangan,” kata Megawati.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-95 tahun, teruslah menyebarkan ahlussunnah wal jama’ah dan Islam yang rahmatan lil alamin serta meneguhkan komitmen kebangsaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Awas !! Jangan Lagi Potong Insentif Tenaga Kesehatan Kalau Tak Mau Dicomot KPK

Menyambut orasi Megawati, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH.Said Aqil Siradj menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang telah menggelar perayaan Harlah NU ke 95. “Saya ucapkan terima kasih kepada yang mulia Ketum PDIP Ibu Hajah Megawati dan seluruh jajaran pengurus partai PDIP di mana pun,” ucap Said.

Said berharap, hubungan erat antara NU dengan PDIP akan terus terjalin kuat. Hal ini terutama untuk menjaga keamanan dan keutuhan Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Mudah-mudahan kita semua terus solid, menyatukan sikap dan pandangan dalam rangka mengawal, mengamankan, menjaga keutuhan NKRI,” jelas Said.

Menurut dia, dengan terjaganya Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan bernegara. Selain itu, bisa menjaga keragaman masyarakat juga mampu merealisasikan masyarakat Indonesia yang adil makmur. “Menjaga keutuhan NKRI dengan anggaran dasarnya Pancasila, UUD 1945, menjaga Kebhinekaan Tunggal Ika demi kesejahteraan masyarakat,” urainya.

Secara terpisah, Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Hamka Haq, perayaan khusus memperingati Harlah NU ke-95 ini sebagai wujud solidaritas sebagai sesama Wong Cilik sekaligus peringatan atas indahnya kebersamaan kaum nasionalis dan Islam selama ini.”Acaranya bertema ‘Rumah Nusantara’. Sebab NU telah menjadi rumah yang melindungi dan menaungi keragaman negeri ini,” ujarnya.

Hamka mengatakan PDIP dan NU mempunyai visi yang sama perihal membela Wong Cilik, warga yang terpinggirkan. Oleh Bung Karno disebut kaum Marhaen. “Bung Karno pernah menyatakan bahwa persamaan antara NU dan kaum nasionalis karena keduanya ini sama-sama cinta Tanah Air dan punya komitmen terhadap keadilan sosial,” pungkasnya. (Cok/Ali)

- Advertisement -

Latest news

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...

KPK Taat Hukum, Putusan MK dan MA Harus Dilaksanakan

JAKARTA -- Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lolos ujian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diiminta untuk legowo, berjiwa besar, dan menghormati keputusan...

Kunjungi Pusdiklatpassus, Menhan Prabowo Ingatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan TNI

JAKARTA - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Letnan Jendral TNI Purn Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Komando...

Dengar Suara Ulama, Pengurus Besar NU Tetapkan Muktamar ke 34 Digelar Akhir 2021

JAKARTA - Setelah mendengar masukan dari para ulama sepuh dan suara dari pengurus cabang di seluruh tanah air, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya...
- Advertisement -

Related news

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Jadi Idaman Kaum Pria, Anya Merasa Terbebani

Anya Geraldine, sosok artis yang dikenal memiliki penampilan aduhai, ia menjadi salah satu selebritis idaman kaum pria. Namun siapa sangka, jika ternyata pesona atau...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here