Sabtu, 25 September 2021

Peta Jalan Pendidikan Menumbuhkan Nilai Budaya Indonesia dan Pancasila

JAKARTA – Peta Jalan Pendidikan 2020 – 2035 yang saat ini disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama beberapa kementerian lain merupakan penyempurnaan dari konsep peta jalan generasi emas. Peta Jalan Pendidikan memformulasi ulang langkah-langkah atau strategi implementasi dengan melihat beberapa faktor atau latar belakang yang terjadi selama ini.

Dalam peta jalan 2020-2035 tersebut, kata dia, terdapat fungsi dan tujuan pendidikan yakni membangun profil pelajar Pancasila yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebinekaan global, gotong royong dan kreatif, dan membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhlak mulia, dengan menumbuhkan nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

“Saat ini peta jalan akan diusulkan untuk menjadi Peraturan Presiden karena adanya kebijakan yang melibatkan pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga lain,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, dalam keterangan persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Jumeri menambahkan bahwa Peta Jalan Pendidikan konsepnya berisi kewajiban belajar 12 tahun. “Salah satu perbedaan UU Sisdiknas dan semangat yang ada di Peta Jalan Pendidikan adalah konsep wajib belajar 12 tahun,” katanya seraya menyebutkan dalam UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional), hanya memuat wajib belajar 9 tahun. 

Baca Juga :  Metode Perhitungan Dirubah, Banyak Sekolah Peroleh Kenaikan Dana BOS

Dikatakannya lagi, Peta Jalan Pendidikan menetapkan langkah teknis dalam pencapaian tujuan pendidikan UU Sisdiknas. “Dan pemerintah menargetkan penyusunan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dan penyampaian naskah akademik serta rapat konsultasi dengan DPR pada Desember 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno, aspek keberagaman budaya tak bakal dilewatkan dari naskah Peta Jalan Pendidikan. “Pendidikan harus diselenggarakan berbasis pada budaya. Budaya kita yang beragam itulah yang diangkat dalam penyusunan peta jalan ini,” jelas Totok.

Menurutnya, memajukan budaya sama dengan meningkatkan dunia pendidikan. Makanya, keduanya harus mendapat porsi dan perhatian yang seimbang. “Bahwa pendidikan yang berkualitas itu merupakan sumber yang sangat penting dalam memajukan kebudayan,” ujarnya.

Dengan mengedepankan kebudayaan, kata dia, diharapkan akan menghasilkan pula pelajar yang berbudi pekerti baik. Serta, pelajar yang punya aspek afektif, kognitif dan psikomotorik yang mumpuni. “Learning outcome hasil belajar itu yang kita tuju ada di tiga dimensi itu (afektif, kognitif dan psikomotorik),” imbuh Totok. (CP)

- Advertisement -

Latest news

Kasetukpa Lemdiklat Polri Berikan Apresiasi atas Keteladanan Kapolres Batubara

MEDAN - Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto memberikan apresiasi serta penghargaan kepada...
Baca Juga :  Kemendikbudristek Pastikan Sekolah Tatap Muka Dibatasi untuk Keselamatan Siswa

Hasil Sinergitas Mahasiswa dan Polri, Sumut Ranking 1 Vaksinasi Nasional

MEDAN -- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Panca Putra meninjau pelaksanaan vaksinasi Mahasiswa dosis II hasil sinergitas mahasiswa dan...

Gubernur Jabar Restui Tatap Muka Siswa di Daerah Level 2 dan 3

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan  sejumlah daerah di Jawa Barat sudah turun status kewaspadaan Covid-19 dengan adanya penurunan level Pemberlakukan Pembatasan...

Pemerintah Luncurkan Bantuan Uang Kuliah Tunggal Rp 2,4 Juta Setiap Mahasiswa

JAKARTA --  Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa di seluruh Indonesia senilai Rp 2,4 juta pada September 2021 ini akan dicairkan oleh...

Kemendikbud Sediakan Beasiswa Program Pendidikan S2 ke Luar Negeri

JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan tengah membuka beasiswa program persiapan studi magister atau S2 di...
- Advertisement -

Related news

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...

Kasetukpa Polri Berangkatkan 44 Dokter ke ajang PON XX di Papua

SUKABUMI - Bertempat di lapangan Sutadi Ronodipuro-Sukabumi, Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, memimpin apel keberangkatan Satgas Kesehatan...

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris memberikan penegasan khusus bahwa Pemerintah Daerah dan jajaran beserta masyarakat Provinsi Jambi telah siap melaksanakan kegiatan...

Jelang Rakerda dan Harlah, Ketua PPWI Kabupaten Bogor Sambangi Mabes Polri.

JAKARTA – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melakukan audiensi dengan Divisi Humas Mabes Polri, baru-baru ini. Asudiensi diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here