Kamis, 17 Juni 2021

Peta Jalan Pendidikan Menumbuhkan Nilai Budaya Indonesia dan Pancasila

JAKARTA – Peta Jalan Pendidikan 2020 – 2035 yang saat ini disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama beberapa kementerian lain merupakan penyempurnaan dari konsep peta jalan generasi emas. Peta Jalan Pendidikan memformulasi ulang langkah-langkah atau strategi implementasi dengan melihat beberapa faktor atau latar belakang yang terjadi selama ini.

Dalam peta jalan 2020-2035 tersebut, kata dia, terdapat fungsi dan tujuan pendidikan yakni membangun profil pelajar Pancasila yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebinekaan global, gotong royong dan kreatif, dan membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhlak mulia, dengan menumbuhkan nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

“Saat ini peta jalan akan diusulkan untuk menjadi Peraturan Presiden karena adanya kebijakan yang melibatkan pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga lain,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, dalam keterangan persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Jumeri menambahkan bahwa Peta Jalan Pendidikan konsepnya berisi kewajiban belajar 12 tahun. “Salah satu perbedaan UU Sisdiknas dan semangat yang ada di Peta Jalan Pendidikan adalah konsep wajib belajar 12 tahun,” katanya seraya menyebutkan dalam UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional), hanya memuat wajib belajar 9 tahun. 

Baca Juga :  Presiden Didesak Angkat Guru Honorer jadi PNS

Dikatakannya lagi, Peta Jalan Pendidikan menetapkan langkah teknis dalam pencapaian tujuan pendidikan UU Sisdiknas. “Dan pemerintah menargetkan penyusunan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dan penyampaian naskah akademik serta rapat konsultasi dengan DPR pada Desember 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno, aspek keberagaman budaya tak bakal dilewatkan dari naskah Peta Jalan Pendidikan. “Pendidikan harus diselenggarakan berbasis pada budaya. Budaya kita yang beragam itulah yang diangkat dalam penyusunan peta jalan ini,” jelas Totok.

Menurutnya, memajukan budaya sama dengan meningkatkan dunia pendidikan. Makanya, keduanya harus mendapat porsi dan perhatian yang seimbang. “Bahwa pendidikan yang berkualitas itu merupakan sumber yang sangat penting dalam memajukan kebudayan,” ujarnya.

Dengan mengedepankan kebudayaan, kata dia, diharapkan akan menghasilkan pula pelajar yang berbudi pekerti baik. Serta, pelajar yang punya aspek afektif, kognitif dan psikomotorik yang mumpuni. “Learning outcome hasil belajar itu yang kita tuju ada di tiga dimensi itu (afektif, kognitif dan psikomotorik),” imbuh Totok. (CP)

- Advertisement -

Latest news

Krisis Moral Akibat Korupsi Meluas, Indonesia Butuh Konstribusi Akademisi dan Pakar

YOGYAKARTA -- Krisis moral melanda bangsa Indonesia, salah satu indikasinya adalah praktek korupsi yang banyak dan terjadi di semua lini. Karena itu, Indonesia membutuhkan konstribusi...
Baca Juga :  Kemendikbud Mulai Fokus Kembangkan Sarjana Terapan

Pendidikan Model Pesantren Menjadi Jawaban atas Kebutuhan Masyarakat untuk Belajar Agama

JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengemukakan tumbuhnya semangat masyarakat untuk belajar agama perlu diapresiasi. Tetapi semangatnya, tidak hanya berbasis pembelajaran melalui...

Kader Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Harus Menjadi Aktor Revolusi Industri 4.0

JAKARTA -- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) masa bakti 2021-2023 dikukuhkan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu malam (25/4/2021). Pengukuhan dipimpin...

Tingkatkan Kompetensi Auditor dan Kebutuhan Organisasi, BPK Bentuk Corporate University

JAKARTA – Sebagai salah satu upaya khusus meningkatkan kompetensi auditor dalam menjalankan tugas pemeriksaan atau audit laporan keuangan,  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan pembentukan Corporate...

Pemersatu Bangsa dan Perekat Keutuhan Negara, Karakter Pancasila Harus Dikembangkan

JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak seluruh warga bangsa untuk terus menggelorakan penanaman dan pengembangan karakter berasaskan Pancasila. Gelora ini perlu diserukan lagi,...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here