Kamis, 17 Juni 2021

Ketum PAN Tegaskan Politik SARA di Pilpres Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

JAKARTA– Isu poros Islam di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dinilai sebagai hal yang kontraproduktif dengan semangat persatuan di Indonesia. Karena itu, wacana atau isu politik dengan memanfaatkan SARA sebaiknya dihindari. Malah sebaiknya, semua pihak bersatu padu berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan.

“Saya menyimak munculnya wacana pembentukan koalisi partai Islam di pemilu 2024. Saya menilai wacana ini justru kontraproduktif dengan upaya kita memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara,” kata Ketum atau Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dikutip dari akun Twitternya, Jumat (16/4/2021).

Ia pun mengingatkan kembali bagamana polarisasi yang terjadi di Pilpres 2019 begitu kuat menggunakan sentimen SARA dan politik aliran, politik identitas. Walhasil, luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan politik itu masih terasa sampai sekarang.

“Faktanya, rakyat masih terbelah, walau pun para elit politik dengan cepat bersatu. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung. Tapi di bawah, masih ada luka dan trauma,” ungkap Zulkifli yang saat ini menjabat Wakil Ketua MPR.

Terkait adanya isu parpol Islam yang membentuk poros sendiri dan mengusung pasangan Capres dan Cawapres 2024, Zulkifli memastikan bahwa PAN tidak akan tergoda, bahkan dengan tegas ia menolak rencana tersebut.

Baca Juga :  Marzuki Nilai AHY Menindas Demokrasi, Kubu Moeldoko Harus Selamatkan Demokrat

“Menanggapi wacana koalisi partai Islam 2024 itu, PAN melihat justru ini akan memperkuat politik aliran di negara kita. Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan,” tegas politisi kawakan ini.

Dia menyebut, PAN saat ini sedang memperjuangkan dan memperkuat politik gagasan. Politik yang mengedepankan konsep dan program. Seharusnya saat ini kita bersama-sama berpikir untuk kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, merumuskan gagasan tentang kedaulatan, dan seterusnya.

“Kita harus sama-sama berpikir bagaimana agar kita memiliki pemerintahan yang bersih, memiliki hukum yang adil, memiliki ekonomi yang setara, tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain. Kemudian memperkuat pertahanan kita, serta menciptakan harmoni di tengah segala perbedaan yang ada,” urai Zulkifli.

Gagasan PAN tentang Islam, kata Zulhas adalah Islam substansial, Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu.

“Semoga kita terus berada dalam persatuan dan kesatuan. Dalam harmoni kebangsaan. Menjadi negara yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” pungkas mantan Menteri Kehutanan di era Presiden SBY dan Ketua MPR Periode 2014-2019 itu. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...
Baca Juga :  Polemik 75 Pegawai KPK Mengakibatkan Firli Dipolisikan Terkait Gratifikasi

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Hendropriyono Merasa Terhina atas Pemberitaan Dirinya Melobi Presiden untuk Menantunya

JAKARTA -- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono atau sering disebut A.M. Hendropriyono merasa geram dan terhina atas...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here