Kamis, 2 Desember 2021

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA — Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Dukungan sekaligus apresiasi itu datang dari salah satu kelompok masyarakat, yakni Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI). Lembaga yang concern di bidang politik, hukum dan keamanan ini sangat mendukung langkah tegas Kapolri terkait tindakan tegas kepada oknum anggota Polri yang melanggar aturan saat bertugas di lapangan. 

Sebelumnya diketahui, bahwa Kapolri menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.

“Kami dukung  tindakan Kapolri dalam menertibkan polisi nakal dan tidak taat aturan. Keseriusan Kapolri dalam membersihkan institusinya dari perilaku negatif oknum perlu mendapatkan apresiasi karena dengan kebijakan ini tentunya masa depan demokrasi dan HAM di Indonesia semakin positif,” ujar Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam keterangan persnya yang diterima, Jumat (22/10/2021).

Azmi pun menyerukan publik perlu mendukung semangat perubahan menuju perbaikan yang dilakukan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo ke dalam jajarannya untuk  membangun budaya yang positif dan perbaikan ke dalam institusi Polri. 

“Oleh karena itu, kami mengapresiasi langkah Kapolri yang sudah sangat terbuka, dan tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi ke depannya. Semoga upaya kapolri ini dapat diikuti oleh seluruh jajaran di bawahnya agar Polri kedepan lebih baik,” kata Azmi.

Baca Juga :  Peningkatan Nilai Tambah Industri Sangat Penting untuk Kepentingan Rakyat

Dia menambahkan, paradigma baru yang sedang dikembangkan Polri saat ini berorientasi kepada pemecahan masalah-masalah masyarakat (problem solver oriented), dengan berbasis pada potensi-potensi sumber daya lokal dan kedekatan dengan masyarakat yang lebih manusiawi (humanistic approach). 

Dengan paradigma baru ini, lanjut Azmi, diharapkan lahirnya polisi sipil yang humanis. Mengutip dari pernyataan Sir Robert Mark di era modern senjata polisi bukan lagi water canon, gas air mata ataupun peluru karet, melainkan simpati dari masyarakat. 

“Terciptanya simpati masyarakat ini hanya bisa diraih dari keberadaan dan perilaku polisi yang humanis di berbagai lini kehidupan sosial masyarakat,” ucap Azmi.

Seperti diketahui, beragam sorotan dari masyarakat ahir-ahir ini telah menjadikan bahan evaluasi dari Polri agar tidak ada lagi perbuatan negatif dari oknum anggota kepolisian yang dapat merusak marwah dari institusi Polri. 

Tetapi harus diakui bersama bahwa peran Polri sangat berperan penting di garda terdepan dalam membantu pemerintah dalam menangani covid 19, tentunya kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. 

Kemudian memastikan penyaluran bantuan sosial atau bansos tepat sasaran ke tangan masyarakat tak mampu, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik di tengah masyarakat.

“Semoga dengan adanya perintah Kapolri ini dapat menjadikan polri semakin dicintai masyarakat, adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Dan tentunya sikap tegas Kapolri dapat mengembalikan kepercayaan publik,” pungkas Azmi. (***/CP)

Latest news

Baca Juga :  Aziz Tahu Diri Setelah Ditahan KPK, Jabatan Wakil Ketua DPR Dilepas

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Jaksa Agung Bakal Tindak Pimpinan Kejaksaan yang Tak Bisa Awasi Kinerja Anak Buah

JAKARTA -- Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin, menegaskan bahwa dirinya akan mengevaluasi sampai mencopot jabatan para pimpinan unit kerja dan kewilayahan, yang tidak bisa...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...

KPK Minta Pengusaha dan Pejabat Jangan Lagi Lakukan Praktik Suap Menyuap

JAKARTA -- Kalangan atau para pengusaha di seluruh tanah air, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah, diminta agar jangan lagi memberi suap kepada penyelenggara negara. Praktik...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here