Kabarindo24jam.com | Cibinong -Pengurus Daerah (PD) Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat gerakan pemberantasan judi online. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program edukasi, sosialisasi, dan pembinaan masyarakat agar terhindar dari praktik perjudian berbasis digital.
Dukungan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi organisasi Islam tersebut terhadap komitmen Bupati Bogor yang menyatakan perang terhadap judi online. Menurut Mathla’ul Anwar, langkah pemerintah daerah merupakan upaya penting untuk menjaga moralitas masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta melindungi generasi muda dari dampak negatif perjudian digital yang kian mengkhawatirkan.
Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, H. Abdul Azis Sarnata, M.E., M.Pd., menegaskan bahwa judi online tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat. Praktik tersebut dinilai mampu merusak keharmonisan keluarga, memicu persoalan ekonomi, hingga meningkatkan potensi tindak kriminal akibat kecanduan berjudi.
“Kami mengapresiasi keberanian dan komitmen Bupati Bogor yang secara terbuka menyatakan perang terhadap judi online. Ini merupakan langkah strategis yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat karena menyangkut penyelamatan moral generasi muda dan masa depan Kabupaten Bogor. Judi online telah menjadi penyakit sosial yang harus diberantas secara bersama-sama,” ujar H. Azis Sarnata.
Ia menjelaskan, sebagai organisasi Islam yang telah mengabdi lebih dari satu abad di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, Mathla’ul Anwar memandang pemberantasan judi online tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, langkah tersebut harus diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter, literasi digital, pembinaan keagamaan, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online.
Karena itu, PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor mengajak seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan, pengelola madrasah, guru, majelis taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para orang tua untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Pencegahan dinilai harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai benteng utama pembentukan akhlak, kemudian diperkuat melalui sekolah, madrasah, masjid, majelis taklim, dan berbagai ruang pembinaan masyarakat lainnya.
H. Abdul Azis Sarnata juga menekankan bahwa perkembangan teknologi digital semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi umat, serta memperluas syiar Islam, bukan justru disalahgunakan sebagai sarana perjudian.
“Teknologi seharusnya menjadi sarana membangun peradaban, bukan menghancurkan masa depan generasi. Karena itu, edukasi dan penguatan nilai-nilai agama harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum agar masyarakat memiliki daya tahan moral dalam menghadapi berbagai bentuk penyimpangan di era digital,” tambahnya.
Menurut Azis, keberhasilan memberantas judi online membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media, hingga masyarakat luas perlu bergerak bersama agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan efektif.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi judi online sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Kabupaten Bogor yang Maju, Sejahtera, Istimewa, dan Gemilang Berlandaskan Iman dan Takwa.
“Pemberantasan judi online bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Mathla’ul Anwar siap menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang Maju, Sejahtera, Istimewa, dan Gemilang Berlandaskan Iman dan Takwa, sejalan dengan cita-cita dakwah Mathla’ul Anwar dalam membangun peradaban umat,” pungkasnya.(***)







