Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Bogor Kebut Pembangunan Akses ke Kantor Pemerintahan Baru

Kabarindo24jam.com | Kota Bogor – Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim mematok target pembangunan akses jalan menuju kawasan kantor pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa – Kecamatan Bogor Timur dapat rampung dan terhubung dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan pada akhir tahun 2026 ini.

Dedie mengatakan, akses jalan tersebut memiliki panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter. Jalan akan dilengkapi drainase, pedestrian, kanstin, serta lampu penerangan. “Target selesainya akhir tahun ini, jalan sudah harus terhubung,” kata Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (12/8/2026).

Bacaan Lainnya

“Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan R3 (Regional Ring Road). Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan,” sambung Wali Kota Dedie.

Dia menambahkan, tahap pematangan lahan kawasan tersebut telah selesai. Saat ini, Pemkot Bogor memprioritaskan penyelesaian akses jalan sekaligus melakukan peninjauan kembali terhadap Detail Engineering Design (DED).

“Yang pertama, tahap pematangan lahan sudah selesai. Sekarang prioritas nomor satu adalah penyelesaian akses jalannya. Kemudian yang pasti DED (Detail Engineering Design) sudah ada, namun akan kita review (tinjau) kembali, termasuk nanti pembuatan DED khusus untuk lapangan olahraga,” jelasnya.

Selain akses jalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga menyiapkan sejumlah fasilitas publik di kawasan tersebut. Rencananya, akan dibangun lapangan sepak bola beserta fasilitas penunjang, kemudian masjid dan gedung ruang serbaguna.

Dedie menyebut pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bogor Timur sekaligus mendukung berbagai kegiatan pemerintahan dan masyarakat dengan kapasitas peserta yang besar. Bahkan, kawasan tersebut juga akan dihijaukan dengan penanaman pohon yang nantinya dipastikan terawat.

“Intinya kita tidak boleh mundur. Kita sedang menyiapkan masa depan Kota Bogor yang lebih baik. Tentu ini harus kita laksanakan secara konsisten di tengah berbagai tantangan. Insyaallah, meski bertahap, suatu saat nanti akan terwujud kawasan kantor pemerintahan yang representatif,” katanya.

Terkait dengan proyek tersebut, Pemkot Bogor tengah melakukan penyelarasan geometri jalan dengan pihak pengembang, yakni PT KTP dan PT SEG. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Dedie berharap pembangunan akses dan fasilitas di kawasan tersebut mampu memicu pertumbuhan ekonomi baru. Dengan lahan yang masih luas dan status kawasan mixed-use, pemerintah membuka peluang investasi untuk sektor pendidikan, kesehatan, komersial hingga olahraga.

“Harapan kita, proyek ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan bangkitan ekonomi baru. Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk, ini sangat memungkinkan dilaksanakan di sini karena statusnya adalah kawasan mixed-use (kawasan terpadu). Sehingga bisa dimanfaatkan untuk fungsi komersial, pendidikan, kesehatan, maupun keolahragaan,” imbuh Dedie. (Cok/Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *