Rabu, 17 Agustus 2022

Pembangunan Terintegrasi di Kawasan Wisata Danau Toba Mendongkrak Perekonomian Masyarakat dan Daerah

DAIRI – Pengintegrasian seluruh aspek penunjang di kawasan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, dinilai sangatlah penting dan menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk simpul sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat maupun daerah. Salah satunya ialah proyek pembangunan proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Sarbelawan.

“Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat mempercepat akses yang ada, demi memutar perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah sekitar lokasi Danau Toba yang begitu luas,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan dalam keterangan persnya yang dikutip dari laman resmi Menko Invest, Selasa (16/2/2021).

Jalan tol yang menghubungkan Kota Parapat ke Bandara Kualanamu, Medan, ini akan meningkatkan akses pembangunan serta mendorong kawasan danau Toba sebagai daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Selain itu, pembangunan tol ini juga akan meningkatkan perekonomian daerah-daerah sekitar karena akses terbuka dan sangat mudah.

Rencananya, tol yang akan dibuka pada akhir Desember 2021 akan menghubungkan sampai ke Kota Pematang Siantar. Sedangkan rencana pembangunan jalur Parapat dan Sibolga diperkirakan rampung pada 2024. “Adanya tol ini akan menjadikan jarak tempuh dari Parapat hingga Kualanamu hanya dalam waktu satu setengah hingga dua setengah jam,” urai Luhut.

Baca Juga :  Dinilai Sosok Religius dan Toleran, Jendral Dudung Dipercaya Jabat Pembina Bakomubin

Lebih lanjut, purnawirawan Jendral bintang empat ini, di sekitar jalan tol juga akan dibangun kawasan-kawasan wisata dan rest area yang tujuannya untuk memajukan usaha kecil menengah dan mikro di sepanjang jalur jalan tol dan lokasi Danau Toba. 

Sesuai target Presiden Jokowi, jalan tol ini dapat merangkai simpul ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba secara keseluruhan. “Sangat membanggakan, pembangunan ini akan merubah tanah ini menjadi penuh harapan untuk dikembangkan ke depannya,” pun.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jalan Tol yang merupakan konektivitas pendukung dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba ini terdiri dari enam seksi. Seksi 1 Tebing Tinggi- Inderapura (20,40 km), Seksi 2 Inderapura- Kuala Tanjung (18,05 km).

Kemudian Seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan (30 km), Seksi 4 Serbelawan-Pematang Siantar (28 km). Keempat seksi ini merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Marga Waskita. Untuk Seksi 5 Pematang Siantar-Seribudolok (22,30 km), Seksi 6 Seribudolok-Parapat–16,70 km. (Sutan/Leo/***)

Latest news

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...
Baca Juga :  Dinilai Sosok Religius dan Toleran, Jendral Dudung Dipercaya Jabat Pembina Bakomubin

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Pemilih Partai Nasdem Lebih Menghendaki Ganjar Ketimbang Anies

JAKARTA - Setelah Partai NasDem merekomendasikan tiga calon presiden 2024 hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa, Lembaga survei Saiful Mujani...

Anak Mantan Bupati Bogor Soroti Penyebab Terjadinya Kasus Suap BPK

CIBINONG -- Kasus suap pejabat dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat yang menyeret Bupati Bogor (non aktif) Ade Yasin dan tiga...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

1 KOMENTAR

  1. Di satu sisi perkembangan dan kemajuan yang akan segera dinikmati masyarakat Medan umumnya dan masyarakat Tapanuli khususnya merupakan dambaan setiap orang karena akan meningkatkan tingkat ekonomi warga setempat.
    Disisi lain, perkembangan dan kemajuan ini menjadi tantangan besar bagi pegiat budaya adat Batak yang selama ini sudah merupakan bagian kehidupan berkerabat. Artinya, seiring dengan waktu kekerabatan ini bisa lambat laun terkikis digilas oleh budaya dari luar. Tantangan ini sangat penting untuk disikapi kalau tidak maka kehidupan kekerabatan yg selama ini terpupuk bisa lenyap dan hilang. Saya berharap agar para pegiat adat istiadat Batak melakukan upaya mempertahankan adat istiadat Batak yang menurut saya sangat bagus dan indah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here