Kamis, 17 Juni 2021

Selain Merehabilitasi Lahan Kritis, Hutan Organik Juga Obyek Wisata yang Memikat

PUNCAK – Hutan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Namun saat ini, lahan hutan semakin menipis dikarenakan maraknya pembangunan infrastuktur, penebangan liar maupun kebakaran hutan yang menyebabkan rawannya longsor hingga berkurangnya serapan air.

Hal inilah salah satu alasan sejumlah aktivis lingkungan yang diprakarsai almarhum Bambang Istiawan pada 2001 mendirikan Kelompok Tani Mega Mendung dengan tujuan membuat hutan organik di atas lahan seluas 30 hektar di Mega Mendung, kawasan Puncak-Kabupaten Bogor, sebagai upaya untuk merehabilitasi ekosistem dan lahan kritis.

“Pembuatan hutan organik untuk rehabilitasi ekosistem dan meminimalisir lahan kritis ini merupakan ekspresi keprihatinan pak Bambang atas kerusakan lingkungan dan bertambah luasnya lahan kritis. Dan pembuatan hutan ini dilakukan dengan pola voluntary initiatif secara swadaya,” jelas Akbar Rosadi, anak dari almarhum Bambang saat ditemui kabarindo24jam.com, Rabu (3/3/ 2021).

Menurut Akbar, almarhum Bambang mendefinisikan lahan kritis (degraded land) sebagai lahan yg sudah kehilangan kesuburan, rawan longsor dan sulit air. Sehingga ayahnya dan keluarga memulai pembuatan hutan secara mandiri dengan PH tanah kisaran 2-4%. Selain itu, tambah Akbar, tujuan hutan organik juga mensejahterakan masyarakat di sekitarnya dengan menjadi lokasi wisata.

“Diawali dengan bercocok tanam, progress yang dicapai selama 4 tahun (2001 – 2005), proses penghutanan kembali terlihat cukup baik tetapi belum ada perubahan kualitas tanah yg signifikan. Meski demikian, perbaikan ekosistem mulai terlihat dengan berfungsinya kembali mata air no 1, 2 dan seterusnya, padahal daerah ini tidak memiliki urat atau alur air dalam tanah,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbakin Ikut Promosikan Destinasi Wisata Dengan Label Kejuaraan Menembak Internasional

Adapun tahapan yang berjalan sampai dengan saat ini, papar Akbar, tahun 2004-2010 fase awal pembentukan, tahun 2010-2013 fase perawatan dan sosialisasi eksternal. Kemudian pada tahun 2012 sampai sekarang sudah di fase perawatan dan pengembangan hutan organik.

Ia juga mengungkapkan misi orangtua dan keluarganya membuat Hutan Organik, yaitu melakukan model percobaan perbaikan ekosistim secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan bersandar pada prinsip-prinsip ekosistim yang alamiah dan persyaratan global yang memiliki manfaat ekonomi yang langsung terhadap pelakunya sejak awal pelaksanaan.

Kemudian melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan percobaan dengan perorangan yang memiliki kemampuan dan kesamaan sudut pandang pentingnya rehabilitasi ekosistim termasuk dengan lembaga-lembaga formal dan informal baik nasional maupun internasional.

“Dan pengalaman kami selama ini, cara tumpang sari (Agroforestry) ialah solusi terbaik untuk mengembalikan kesuburan lahan. Dan kita pun ingin pengembalian fungsi mata air dan pemanfaatan air menggunakan teknologi ramah lingkungan,” imbuhnya.

Akbar pun mempersilahkan warga Bogor atau daerah lain yang ingin melakukan pelatihan maupun penelitian ataupun berwisata, untuk datang langsung ke Hutan Organik. “Harapan kami, setelah dari sini muncul hutan-hutan organik lainnya di wilayah Bogor dan daerah lain,” pungkasnya. (Meisa)

- Advertisement -

Latest news

Gubernur Sulut dan Walikota Manado Undang Investor Bangun Hotel 2 Triliun di Pantai Malalayang

MANADO - Pantai Malalayang yang memiliki pemandangan indah nan eksotis dengan penampakan pesisir pantai yang menawan, membuat Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wali Kota...
Baca Juga :  Bukit Siadtaratas, Lokasi Pilihan di Danau Toba

Antisipasi Lonjakan Covid, Satpol PP Kabupaten Bogor Tambah Titik Penyekatan Menuju Kawasan Wisata

PUNCAK -- Pada masa liburan akhir pekan dan hari-hari besar keagamaan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di kawasan wisata...

Pemkot Makassar Kolaborasi Bareng Kemenparekraf untuk Gelar Kegiatan Pariwisata

JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengundang Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ke kantor Menparekraf di Jakarta, Rabu (14/4/2021)....

Diambil Alih Pemerintah, Manajemen TMII Merasa Tak Pernah Rugikan Negara

JAKARTA -- Beberapa hari setelah Pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Direktur Utama TMII Mayjend Purn TNI Achmad Tanribali Lamo akhirnya menjelaskan pengelolaan...

Menparekraf Puji Inovasi Pariwisata Ala Bobby, The Kitchen Of Asia Didukung

MEDAN -- Rencana besar Walikota Medan Bobby Nasution dan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk menjadikan kota tersebut sebagai 'The Kitchen of Asia', mendapat apresiasi serta...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here