Selasa, 26 Oktober 2021

Pemerintah Transisi Menuju Pemilu 2021, Libya Segera Keluar dari Kekacauan Politik

TRIPOLI — Usai pemilihan Dewan Kepresidenan dan Perdana Menteri interim (sementara) yang diinisiasi Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) di Jenewa-Swiss pada Jumat 5 Februari lalu, Pemerintahan transisi Libya berkomitmen memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga dan kian optimis mewujudkan stabilitas di kawasan.

“Kami mengimbau dan mengharapkan semua negara, tanpa terkecuali, untuk menjadi mitra kami dalam mewujudkan stabilitas di kawasan dengan berkontribusi pada eksistensi Libya sebagai negara yang stabil secara politik, keamanan dan ekonomi,” ujar Perdana Menteri Libya, Abdul Hamid Mohammed Dbeibah dikutip dari kantor berita internasional, Rabu (10/2/2021).

Pejabat tertinggi kedua di Libya itu juga berterima kasih kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan semua anggota Forum Dialog Libya, yang telah memilihnya sebagai perdana menteri sementara untuk menghantarkan negeri kaya minyak itu ke Pemilihan Umum pada akhir Desember 2021.

Seperti diketahui, Dbeibah ialah seorang pengusaha sukses yang didukung oleh suku-suku barat karena integritas dan kepeduliannya terhadap masa depan Libya yang beberapa tahun terakhir terjebak perang saudara berkepanjangan pasca runtuhnya rezim Muammar Qadafy.

Dbeibah menekankan bahwa kegagalan dalam tahap sejarah Libya yang sensitif ini bukanlah pilihan. Ia menyerukan semua warga Libya untuk bersatu dan mendukung pemerintahan transisi yang merupakan representasi dari kelompok-kelompok penguasa wilayah di Libya.

Bersama dengan Presiden baru, Mohammad Younes Menfi, PM Dbeibah berencana membentuk kementerian rekonsiliasi nasional dan membagi negara dalam zona-zona keamanan. Dbeibah juga harus membentuk Kabinet dan mempresentasikan programnya dalam waktu tiga minggu.

Baca Juga :  Sempat Alami Kebuntuan, Akhirnya Ketua PWNU Jakarta Dijabat Kiai Samsul

Sementara itu, utusan khusus Sekjen PBB untuk Libya, Stephanie Williams, mengatakan pemerintah sementara Libya harus sepenuhnya mendukung gencatan senjata, menyelenggarakan pemilu dan meluncurkan “proses rekonsiliasi nasional yang komprehensif.”

Sebagai informasi, pada akhir pekan lalu, Mohammad Younes Menfi, terpilih menjadi presiden dan Abdul Hamid Mohammed Dbeibah Pemilihan keduanya dilakukan dalam sebuah pemungutan suara yang berlangsung di Jenewa, Swiss, yang dihadiri seluruh tokoh utama penguasa wilayah dan kepala suku di Libya.

Pemungutan suara pemerintahan interim dilakukan di bahwa skema Forum Dialog Politik Libya. Pemungutan suara akhirnya terlaksana usai berlangsungnya pertemuan selama lima hari. Menfi menjadi presiden interim dengan raihan 39 dukungan berbanding 34 di putaran kedua. Sebanyak 30 persen dari total tokoh yang masuk dalam pemerintahan interim Libya adalah perempuan.

Dalam kaitan itu, Pelaksana tugas Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Libya, Stephanie Williams,  mengatakan bahwa berbagai tantangan masih harus dihadapi Libya ke depannya sampai digelar pemilihan umum pada 24 Desember 2021.

“Kami akan mengawasi tokoh-tokoh yang telah dipilih untuk memastikan adanya pemilu pada 24 Desember tahun ini, untuk secara demokratis memilih perwakilan serta jajaran pemimpin negara,” ujar Williams yang belakangan mendapatkan pujian dari masyarakat di Libya. (RTR/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Tak Dilibatkan Dalam Jalankan Pemerintahan, Wakil Bupati Bandung Unjuk Sikap

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here