Kabarindo24jam.com | Jakarta – Matchday terbaru fase grup Piala Dunia 2026 menghadirkan dinamika berbeda di Grup K dan Grup L. Ada tim yang mengunci momentum menuju fase gugur, ada yang tertahan dalam duel ketat, dan ada pula yang menunjukkan kekuatan besar melalui pesta gol.
Di Grup K, Kolombia berhasil mengamankan kemenangan penting 1–0 atas DR Kongo. Gol semata wayang dicetak pada babak kedua dan menjadi penentu langkah tim Amerika Selatan itu untuk menjaga posisi kuat dalam persaingan grup.
Kolombia tampil dominan dalam penguasaan permainan dan menciptakan sejumlah peluang sebelum akhirnya memecah kebuntuan.
Hasil ini membuat mereka memastikan tempat di babak 32 besar dengan satu pertandingan grup tersisa.
Pada pertandingan lain di grup yang sama, Portugal tampil sangat meyakinkan setelah menghancurkan Uzbekistan dengan skor telak 5–0. Kemenangan besar tersebut mengangkat posisi Portugal dalam persaingan menuju fase berikutnya sekaligus mengakhiri peluang Uzbekistan setelah dua kekalahan beruntun.
Sementara itu di Grup L, Inggris harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Ghana. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim memiliki momen penting, namun tidak ada penyelesaian akhir yang mampu mengubah papan skor hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat persaingan grup tetap terbuka menuju laga terakhir.
Di laga lain, Kroasia menjaga asa lolos setelah menundukkan Panama dengan skor tipis 1–0. Kemenangan tersebut menjaga peluang Kroasia untuk bersaing memperebutkan tiket fase gugur dan membuat Panama berada dalam posisi sulit menjelang pertandingan terakhir grup.
Ronaldo: Usia Bertambah, Intensitas Tetap Tinggi
Sorotan utama hari pertandingan ini kembali tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Di usia yang sudah memasuki fase akhir karier profesional, kapten Portugal itu tetap memperlihatkan pengaruh besar di level tertinggi.
Dalam kemenangan besar Portugal atas Uzbekistan, Ronaldo mencetak dua gol dan mencatat rekor baru sebagai pemain pertama yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Selain kontribusi angka, pergerakannya tanpa bola, penempatan posisi, dan efektivitas dalam menyelesaikan peluang masih menjadi pembeda.
Performa tersebut memperlihatkan adaptasi permainan Ronaldo: tidak lagi mengandalkan kecepatan penuh seperti masa muda, tetapi mengoptimalkan pengalaman, pembacaan ruang, dan ketajaman di area penalti.
Portugal pun menutup pertandingan dengan salah satu penampilan paling dominan mereka sejauh turnamen berlangsung.
Dengan hasil ini, perhatian berikutnya tertuju pada duel penentuan fase grup yang akan menentukan posisi akhir dan jalur menuju babak gugur.
(Ls/*)







