Sabtu, 18 September 2021

Pilpres 2019 Sisakan Luka Politik, Elite Harus Minta Maaf Kepada Masyarakat

JAKARTA — Pemilihan Presiden (Piilpres) 2019 memang sudah berlalu 2 tahun lebih, namun perhelatan demokrasi itu telah menimbulkan luka politik yang mendalam, bahkan persaudaraan kebangsaan menjadi terganggu sampai saat ini, walaupun kedua kubu Calon Presiden kini bersatu dalam pemerintahan.

“Capres dan cawapres penantang keduanya kini menjadi menteri, bergabung dengan presiden yang terpilih. Tidak ada berkuasa dan tidak berkuasa, semua menjadi satu,” kata Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam video di channel pribadi Youtube, Kamis (25/3/2021).

Namun di sisi lain, Zulhas–sapaan akrab mantan Ketua DPR RI menyebut, konsekuensi terbelahnya masyarakat menjadi kubu-kubu terlanjur terjadi. Bahkan, muncul benih-benih permusuhan dan kebencian yang ongkos sosial budayanya sangat tinggi.

“Polarisasi politik telah menimbulkan permusuhan dan kebencian yang meluas, ada cebong vs kampret, buzzer vs kadrun. Ini pun bisa terus tereskalasi menjadi pikiran us vs them,” katanya.

Istilah kami melawan mereka inilah, lanjut Zulhas, yang sangat membahayakan keutuhan Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. “Saya merasa sedih melihat kondisi bangsa Indonesia yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dituding Dalang Konflik Demokrat, Mantan Panglima TNI Lawan Mantan Presiden

Menurutnya lagi, Indonesia dalam menyelenggarakan demokrasi telah meninggalkan semangat musyawarah mufakat. Politik elektoral berubah menjadi ajang memperebutkan kekuasaan semata untuk berebut lobi dan pengaruh. Tak peduli masyarakat terpolarisasi secara hebat.

Pesta demokrasi yang terjadi selama ini, tambah Zulhas, mahal sekali ongkosnya bagi parpol maupun peserta pemilu. Akibatnya, menghasilkan pola-pola yang sifatnya transaksional sehingga merugikan dan membodohkan masyarakat.

Zulhas menilai pengkubuan ini tidak bisa dibiarkan. Karena itu, ke depan perlu adanya rekonsiliasi nasional untuk mengembalikan keutuhan Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

“Para elit politik harus meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak menggunakan lagi poltik identitas, politik agama dan SARA untuk suksesi kekuasaan. Masyarakat harus diajak bersatu kembali. Menguatkan kembali sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia,” pungkasnya. (***/Cok)

- Advertisement -

Latest news

Kasus Suap Lelang Proyek, Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Dikirim ke Penjara

JAKARTA -- Setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (15/9/2021) malam, KPK melangsungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang dan...

Tuding Sewenang-Wenang Terhadap Rakyat, ProDEM Siap Lawan Sentul City

JAKARTA -- Lembaga non Government Pro Demokrasi (ProDEM) menduga proses penerbitan izin tanah yang dipegang oleh PT.Sentul City Tbk bermasalah. Bahkan, Sentul City dituding...
Baca Juga :  Baharkam Ujung Tombak Polri Dalam Penindakan dan Pelayanan Masyarakat

Calon Panglima TNI Hanya Jendral Andika dan Laksamana Yudo, DPR Tunggu Surat Presiden

JAKARTA -- Siapa sosok perwira tinggi (Pati) bintang empat yang ditunjuk sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI masih menjadi tebak-tebakan alias belum pasti,...

Spekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dihentikan

TANGERANG -- Menyusul musibah kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang-Banten, pada Rabu 8 September 2021, beragam spekulasi dan juga hoax seputar penyebab...

Polrestabes Medan Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah

MEDAN - Polrestabes Medan menggelar pemusnahan barang bukti narkoba dari jaringan internasional senilai Rp 2 miliar lebih yang didapatkan dari penangkapan selama tiga bulan...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here