Rabu, 29 September 2021

Putin Mulai Khawatir, Unjuk Rasa Pro Alexei Navalny Meluas ke Seluruh Rusia

MOSKOW — Di tengah kuatnya dominasi kekuasaan Vladimir Putin, terjadi aksi mahasiswa dan kalangan masyarakat lainnya secara besar-besaran di Rusia yang memprotes penahanan sekaligus menuntut pembebasan tokoh oposisi Alexei Navalny dari balik jeruji. Alexei acapkali lantang mengkritik supremasi Putin menguasai Rusia lebih dari 20 tahun.

Gelombang aksi massa di seluruh Rusia ini lantas membuat Presiden Vladimir Putin mulai khawatir dan merasa geram, sebab hal itu bisa mengoyak soliditas individu dan kelompok penopang kekuasaannya. Kepada para mahasiswa, Putin mengutuk aksi protes tersebut karena berbahaya dan ilegal. 

Tanpa menyebut nama Alexei Navalny, Putin menyatakan aksi protes ilegal tidak boleh dilakukan untuk memajukan kepentingan politik mereka sendiri yang bisa berdampak buruk pada stabilitas politik maupun keamanan negara.

“Setiap orang berhak untuk mengungkapkan pandangannya dalam kerangka yang ditentukan oleh hukum. Apa pun di luar hukum, bukan hanya kontraproduktif, tapi juga berbahaya, ini penting dicamkan,” tandas Putin yang dikutip dari media berpengaruh, Russia Today, Selasa (26/1/2021).

Mencontohkan pada peristiwa pergolakan akibat Revolusi Rusia 1917 dan runtuhnya Uni Soviet 1991 sebagai contoh, Putin mengatakan tindakan ilegal dapat menyebabkan kesengsaraan, yaitu runtuhnya pondasi dan keutuhan negara.

Baca Juga :  Diserang dari Berbagai Penjuru, Muhyiddin Yassin Akhirnya Terjungkal dari Kekuasaan

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (23/1), puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menyuarakan pembebasan Alexei Navalny yang dikurung sejak 19 Januari 2021 karena melanggar aturan pembebasan bersyarat sebelum menghadapi persidangan kasus terdahulu.

Polisi pun bertindak tegas dan keras guna meredam aksi tersebut, lebih dari 3.700 pengunjuk rasa di seluruh Rusia mendapat tindakan terukur dan ditahan. Petugas juga menggunakan gas air mata dan alat pemukul serta kendaraan taktis untuk membubarkan massa.

Tapi kelompok oposisi dan para sekutu Alexei Navalny tidak lantas takut beraksi lagi. Menurut petinggi oposisi, Leonid Volkov, pihaknya mengumumkan rencana aksi protes berikutnya pada Minggu (31/1) dengan fokus isu menuntut pembebasan Alexei.

Pembebasan Alexei pun juga disuarakan oleh Uni Eropa hingga Amerika Serikat. Tapi pemerintah Rusia tak bergeming, Rusia telah mengeluarkan pernyataan agar AS dan Uni Eropa tidak ikut campur tangan dalam urusan dalam negerinya. (RT/CP)

- Advertisement -

Latest news

Rezim Militer Myanmar Makin Brutal, Inggris Berikan Sanksi Baru

LONDON -- Gejolak politik dan keamanan pasca kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar sejak awal Februari lalu, hingga saat ini belum juga berakhir. Situasi...

Pemimpin Oposisi Serukan Dukungan Kepada Perdana Menteri Pilihan Raja Malaysia

KUALA LUMPUR -- Ismail Sabri Yaakob resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-9 oleh Raja Malaysia, Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah pada Sabtu (21/8/2021)....
Baca Juga :  Kudeta Militer Bikin Murka Joe Biden, Amerika Serikat Stop Bantuan ke Myanmar 

Perdana Menteri Baru Malaysia Mengerucut pada Anwar Ibrahim dan Ismail Sabri

KUALA LUMPUR -- Setelah Muhyiddin Yassin meninggalkan kursi perdana menteri (PM) Malaysia pada Senin lalu (16/8/2021), suhu politik terasa amat panas lantaran semua elite politik...

Diserang dari Berbagai Penjuru, Muhyiddin Yassin Akhirnya Terjungkal dari Kekuasaan

KUALA LUMPUR -- Setelah berusaha bertahan dari serangan lawan-lawan politiknya selama beberapa bulan, Muhyiddin Yassin akhirnya resmi mundur dari jabatan Perdana Menteri (PM) Malaysia,  Muhyiddin...

Muhyiddin Yassin Mendadak Lembek, Ajak Oposisi Bergabung dan Mendukungnya

KUALA LUMPUR -- Setelah terdesak oleh tekanan kubu oposisi serta munculnya kritik keras dari Raja Malaysia terkait kebijakan penanganan Covid-19, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin...
- Advertisement -

Related news

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Jadi Idaman Kaum Pria, Anya Merasa Terbebani

Anya Geraldine, sosok artis yang dikenal memiliki penampilan aduhai, ia menjadi salah satu selebritis idaman kaum pria. Namun siapa sangka, jika ternyata pesona atau...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here