Kamis, 17 Juni 2021

Radikalisme dan Terorisme, Bahaya Laten yang Berpotensi Kuat Memecah Belah Bangsa

BOGOR — Bahaya laten yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini, ternyata bukanlah hidupnya kembali Partai Komunis Indonesia atau PKI. Akan tetapi, tumbuh dan berkembangnya terorisme dan radikalisme di Tanah Air.

Hal itu terungkap dalam sesi diskusi webinar yang digelar oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertajuk ‘Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’, Selasa (30/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH.Said Aqiel Siradj menegaskan, bahwa bahaya laten yang mengancam bangsa Indonesia saat ini adalah terorisme dan radikalisme. “Mohon maaf saya berani mengatakan, bukan PKI laten kita, tapi radikalisme dan terorisme,” kata dia.

Oleh karena itu, Said Aqiel mengharapkan kepada jajaran Polri, BPNT dan juga TNI agar tidak ragu-ragu, tidak gamang dalam memberantas terorisme yang benar-benar mengancam keutuhan bangsa. “Kalau mau dalil saya kasih dalilnya biar tenang menjalankan tugas,” tegasnya.

“Jelas sekali ayatnya orang yang bikin gaduh, orang yang menyimpang dari komitmen kebangsaan kita Pancasila kita tentu harus usir, itu perintah Al-Qur’an itu jangan-ragu ragu. Walhasil, Al-Qur’an dengan tegas tidak boleh ada kekerasan mengatasnamakan agama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Setelah Nadhlatul Ulama, Kapolri Listyo Sigit Raih Dukungan Muhammadiyah

Secara terpisah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak masyarakat mewaspadai ancaman gerakan-gerakan terorisme. Sel-sel terorisme hingga saat ini masih ada di tengah masyarakat.

“Ternyata masih ada sel-sel itu. Kadang-kadang dia tidak muncul, tapi satu ketika dia tiba-tiba muncul, jadi masyarakat harus terus waspada,” kata Ma’ruf usai meninjau vaksinasi di Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2021).

Ma’ruf berharap peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu aparat keamanan dengan memberi edukasi atau sosialisasi tentang betapa bahayanya tindakan radikalisme dan aksi terorisme.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan terorisme tidak ada kaitanya dengan agama apapun. Sebab, tidak ada satu pun ajaran agama yang menyuruh melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban jiwa. (CP/*)

- Advertisement -

Latest news

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...
Baca Juga :  Setelah Nadhlatul Ulama, Kapolri Listyo Sigit Raih Dukungan Muhammadiyah

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...

Diciduk Polisi Narkoba, Anji Tersandung Kasus Kepemilikan Ganja

Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Barat memastikan musisi sekaligus penyanyi papan atas, AN, yang ditangkap polisi bawa ganja adalah Anji atau Erdian Aji Prihartanto. Anji...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here