Kamis, 2 Desember 2021

Radikalisme dan Terorisme, Bahaya Laten yang Berpotensi Kuat Memecah Belah Bangsa

BOGOR — Bahaya laten yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini, ternyata bukanlah hidupnya kembali Partai Komunis Indonesia atau PKI. Akan tetapi, tumbuh dan berkembangnya terorisme dan radikalisme di Tanah Air.

Hal itu terungkap dalam sesi diskusi webinar yang digelar oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertajuk ‘Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’, Selasa (30/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH.Said Aqiel Siradj menegaskan, bahwa bahaya laten yang mengancam bangsa Indonesia saat ini adalah terorisme dan radikalisme. “Mohon maaf saya berani mengatakan, bukan PKI laten kita, tapi radikalisme dan terorisme,” kata dia.

Oleh karena itu, Said Aqiel mengharapkan kepada jajaran Polri, BPNT dan juga TNI agar tidak ragu-ragu, tidak gamang dalam memberantas terorisme yang benar-benar mengancam keutuhan bangsa. “Kalau mau dalil saya kasih dalilnya biar tenang menjalankan tugas,” tegasnya.

“Jelas sekali ayatnya orang yang bikin gaduh, orang yang menyimpang dari komitmen kebangsaan kita Pancasila kita tentu harus usir, itu perintah Al-Qur’an itu jangan-ragu ragu. Walhasil, Al-Qur’an dengan tegas tidak boleh ada kekerasan mengatasnamakan agama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sejak Subuh Sampai Malam Bergerak di Tanjung Balai, KPK Sita Dokumen Mutasi Pejabat

Secara terpisah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak masyarakat mewaspadai ancaman gerakan-gerakan terorisme. Sel-sel terorisme hingga saat ini masih ada di tengah masyarakat.

“Ternyata masih ada sel-sel itu. Kadang-kadang dia tidak muncul, tapi satu ketika dia tiba-tiba muncul, jadi masyarakat harus terus waspada,” kata Ma’ruf usai meninjau vaksinasi di Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2021).

Ma’ruf berharap peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu aparat keamanan dengan memberi edukasi atau sosialisasi tentang betapa bahayanya tindakan radikalisme dan aksi terorisme.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan terorisme tidak ada kaitanya dengan agama apapun. Sebab, tidak ada satu pun ajaran agama yang menyuruh melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban jiwa. (CP/*)

Latest news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...
Baca Juga :  Tuding Ada Korupsi di Kodim Kota Tegal, Ketua LSM GNPK Ditahan Kejaksaan

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...

KPK Minta Pengusaha dan Pejabat Jangan Lagi Lakukan Praktik Suap Menyuap

JAKARTA -- Kalangan atau para pengusaha di seluruh tanah air, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah, diminta agar jangan lagi memberi suap kepada penyelenggara negara. Praktik...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here