Sabtu, 18 September 2021

Rakyat Dibunuh dan Dipenjarakan, Pemimpin Sipil Myanmar Segera Gelar Revolusi Lawan Militer

YANGOON — Sejak awal Februari hingga menjelang akhir Maret 2021 ini, rakyat Myanmar terus melangsungkan aksi unjuk rasa dan bermacam protes menentang tindakan petinggi militer merebut pemerintahan pada 1 Februari lalu.
Aksi rakyat tersebut telah menelan korban meninggal lebih dari 150 orang, dua ribuan orang dipenjarakan dan ratusan orang dilaporkan hilang.

Pembantaian, penyiksaan dan penahanan rakyat tersebut dilakukan oleh pasukan keamanan rezim militer yang bengis dan kejam. Tak ayal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan keras atas tragedi kemanusiaan yang terjadi akibat tindakan petinggi militer Myanmar yang haus kekuasaan.

“Dan sepekan terakhir ini, jumlah korban tewas melonjak di Myanmar, di mana pasukan keamanan telah menggunakan kekuatan mematikan secara agresif terhadap pengunjuk rasa damai,” kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita reuters, Selasa (16/3/2021).

Secara total, menurut Ravina, Kantor HAM PBB telah mendata lebih dari 149 orang tewas dalam penumpasan protes sejak 1 Februari. Tetapi, lembaga itu menekankan, jumlah kematian ini sebenarnya pasti jauh lebih tinggi.

Selain pembunuhan, Ravina mengungkapkan, bahwa pasukan keamanan kian brutal dan mengenyampingkan hukum dengan terus menangkap dan menahan orang secara sewenang-wenang di seluruh negeri. “Sedikitnya 2.084 orang saat ini ditahan,” ujar Ravina.

Sementara Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebuah kelompok pemantau lokal yang melacak penangkapan dan korban jiwa, mengatakan sedikitnya 20 orang tewas dalam kekerasan hari Senin (15/3). “Korban meningkat secara drastis,, korban jiwa sudah lebih dari 180 orang,” katanya dalam pernyataan Selasa (16/3),

Selain memakan korban dari pihak demonstran anti kudeta, beberapa orang yang tewas juga berasal dari warga sipil yang bahkan tidak berpartisipasi dalam protes. Mereka tertembak peluru dari senapan serbu tentara yang secara brutal menembak ke jalanan.

Baca Juga :  Sekretaris yang Cakap dan Handal, Salah Satu Penentu Keberhasilan Daerah

Sebelumnya, kerusuhan hari Minggu (14/3) lalu menandai satu hari paling mematikan sejak kudeta sejauh ini, sedikitnya 44 orang tewas dalam kerusuhan di seluruh negeri di hari itu, termasuk dalam aksi pembakaran dan penjarahan pabrik-pabrik China.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan sipil Myanmar menyampaikan tekadnya untuk menggelar ‘revolusi’ melawan rezim militer melalui pesan politik Wakil Presiden Mahn Win Khaing Than di laman Facebook. Ia dalam pelarian bersama petinggi-petinggi partai National League for Democracy Party (NDL) pimpinan Aung San Suu Kyi.

“Ini masa tergelap dalam sejarah bangsa, dan fajar akan segera tiba,” kata Mahn Win Khaing Than dalam laman Facebooknya. Khaing Than ditunjuk sebagai wakil presiden pekan lalu oleh anggota parlemen yang sudah dibubarkan, Committee for Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH).

CRPH mengumumkan niat mereka untuk membentuk pemerintah demokrasi federal dan pemimpin-pemimpinnya telah bertemu dengan perwakilan organisasi etnik bersenjata terbesar di Myanmar yang telah menguasai sebagian besar wilayah negara itu. Beberapa diantaranya menjanjikan dukungan.

“Untuk membentuk demokrasi federal, semua etnik yang bersaudara yang telah menderita berbagai penindasan dari diktaktor selama puluhan tahun, benar-benar ingin melakukan revolusi yang menjadi kesempatan bagi kami menyatukan usaha kami,” kata Mahn Win Khaing Than.

CRPH juga telah mendeklarasikan junta militer sebagai ‘organisasi teroris’. “CRPH akan berusaha membuat undang-undang yang diperlukan sehingga rakyat memiliki hak untuk membela diri mereka sendiri dan pemerintah publik akan tangani oleh ‘tim administrasi rakyat sementara’,” kata Mahn Win. (***/Rtr/AFP)

Baca Juga :  Bareskrim Ajak Ombudsman untuk Wujudkan Penegakan Hukum yang Berkeadilan
- Advertisement -

Latest news

Kasus Suap Lelang Proyek, Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Dikirim ke Penjara

JAKARTA -- Setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (15/9/2021) malam, KPK melangsungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang dan...

Tuding Sewenang-Wenang Terhadap Rakyat, ProDEM Siap Lawan Sentul City

JAKARTA -- Lembaga non Government Pro Demokrasi (ProDEM) menduga proses penerbitan izin tanah yang dipegang oleh PT.Sentul City Tbk bermasalah. Bahkan, Sentul City dituding...

Calon Panglima TNI Hanya Jendral Andika dan Laksamana Yudo, DPR Tunggu Surat Presiden

JAKARTA -- Siapa sosok perwira tinggi (Pati) bintang empat yang ditunjuk sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI masih menjadi tebak-tebakan alias belum pasti,...

Spekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dihentikan

TANGERANG -- Menyusul musibah kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang-Banten, pada Rabu 8 September 2021, beragam spekulasi dan juga hoax seputar penyebab...

Polrestabes Medan Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah

MEDAN - Polrestabes Medan menggelar pemusnahan barang bukti narkoba dari jaringan internasional senilai Rp 2 miliar lebih yang didapatkan dari penangkapan selama tiga bulan...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here